PENGORGANISASIAN PENDIDIKAN

Oleh : Mustafa

  1. A.    Pengertian Organisasi

Organisasi berasal dari kata organon dalam bahasa Yunani yang berarti alat, bagian, anggota ataupun badan. Menurut istilah, pengertian organisasi telah banyak disampaikan para ahli, tetapi pada dasarnya tidak ada perbedaan yang prinsip, dan sebagai bahan perbandingan akan disampaikan beberapa pendapat sebagai berikut :[1]

  1. Chester I. Barnard (1938) dalam bukunya “The Executive Functions” mengemukakan bahwa : “ Organisasi adalah sistem kerjasama antara dua orang atau lebih” (I define organization as a system of cooperatives of two more persons).
  2. James D. Mooney mengatakan bahwa : “Organization is the form of every human association for the attainment of common purpose” (Organisasi adalah setiap bentuk kerjasama untuk mencapai tujuan bersama).
  3. Menurut Dimock, organisasi adalah : “Organization is the systematic bringing together of interdependent part to form a unified whole through which authority, coordination and control may be exercised to achive a given purpose” (organisasi adalah perpaduan secara sistematis daripada bagian-bagian yang saling ketergantungan/berkaitan untuk membentuk suatu kesatuan yang bulat melalui kewenangan, koordinasi dan pengawasan dalam usaha mencapai tujuan yang telah ditentukan).
  4. [2]Menurut Stoner, Organisasi adalah suatu pola hubungan-hubungan yang melalui mana orang-orang di bawah pengarahan manajer mengejar tujuan bersama.
  5. [3]Sedangkan menurut R.E. Freeman dan Daniel Gilbert, Jr, organisasi adalah dua orang atau lebih yang bekerjasama dalam cara yang terstruktur untuk mencapai sasaran spesifik atau sejumlah sasaran.

Dari beberapa pengertian organisasi di atas, dapat disimpulkan bahwa setiap organisasi harus memiliki tiga unsur dasar, yaitu:

  1. Orang-orang (sekumpulan orang)
  2. Kerjasama
  3. Tujuan yang ingin dicapai.

Dengan demikian organisasi merupakan sarana untuk melakukan kerjasama antara orang orang dalam rangka mencapai tujuan bersama, dengan mendayagunakan sumber daya yang dimiliki.

  1. Ciri-Ciri Organisasi

Seperti telah diuraikan di atas bahwa organisasi memiliki tiga unsur dasar, dan secara lebih rinci organisasi memiliki ciri-ciri sebagai berikut :[4]

  1. Adanya suatu kelompok orang yang dapat dikenal dan saling mengenal,
  2. Adanya kegiatan yang berbeda-beda, tetapi satu sama lain saling berkaitan (interdependent part) yang merupakan kesatuan kegiatan,
  3. Tiap-tiap orang memberikan sumbangan atau kontribusinya berupa; pemikiran, tenaga, dan lain-lain,
  4. Adanya kewenangan, koordinasi dan pengawasan,
  5. Adanya tujuan yang ingin dicapai.
  1. Prinsip-prinsip organisasi

Prinsip-prinsip organisasi banyak dikemukan oleh para ahli, salah satunya A.M Williams yang mengemukakan pendapatnya cukup lengkap dalam bukunya “Organization of Canadian Government Administration” (1965), bahwa prinsip-prinsip organisasi meliputi : [5]

  1. Prinsip bahwa Organisasi Harus Mempunyai Tujuan yang Jelas
  2. Prinsip Skala Hirarkhi
  3. Prinsip Kesatuan Perintah
  4. Prinsip Pendelegasian Wewenang,
  5. Prinsip Pertanggungjawaban,
  6. Prinsip Pembagian Pekerjaan,
  7. Prinsip Rentang Pengendalian,
  8. Prinsip Fungsional,
  9. Prinsip Pemisahan,
  10. Prinsip Keseimbangan,
  11. Prinsip Fleksibilitas,
  12. Prinsip Kepemimpinan

Organisasi Harus Mempunyai Tujuan yang Jelas.

Organisasi dibentuk atas dasar adanya tujuan yang ingin dicapai, dengan demikian tidak mungkin suatu organisasi tanpa adanya tujuan. Misalnya, organisasi Pendidikan sebagai suatu organisasi, mempunyai tujuan yang ingin dicapai antara lain, memberikan Pendidikan yang berkualitas, dan lain lain.

Prinsip Skala Hirarkhi.

Dalam suatu organisasi harus ada garis kewenangan yang jelas dari pimpinan, pembantu pimpinan sampai pelaksana, sehingga dapat mempertegas dalam pendelegasian wewenang dan pertanggungjawaban, dan akan menunjang efektivitas jalannya organisasi secara keseluruhan.

Prinsip Kesatuan Perintah.

Dalam hal ini, seseorang hanya menerima perintah atau bertanggung jawab kepada seorang atasan saja.

Prinsip Pendelegasian Wewenang.

Seorang pemimpin mempunyai kemampuan terbatas dalam menjalankan pekerjaannya, sehingga perlu dilakukan pendelegasian wewenang kepada bawahannya. Pejabat yang diberi wewenang harus dapat menjamin tercapainya hasil yang diharapkan. Dalam pendelegasian, wewenang yang dilimpahkan meliputi kewenangan dalam pengambilan keputusan, melakukan hubungan dengan orang lain, dan mengadakan tindakan tanpa minta persetujuan lebih dahulu kepada atasannya lagi

Prinsip Pertanggungjawaban.

Dalam menjalankan tugasnya setiap pegawai harus bertanggung jawab sepenuhnya kepada atasan.

Prinsip Pembagian Pekerjaan.

Suatu organisasi, untuk mencapai tujuannya, melakukan berbagai aktivitas atau kegiatan. Agar kegiatan tersebut dapat berjalan optimal maka dilakukan pembagian tugas/pekerjaan yang didasarkan kepada kemampuan dan keahlian dari masing-masing pegawai. Adanya kejelasan dalam pembagian tugas, akan memperjelas dalam pendelegasian wewenang, pertanggungjawaban, serta menunjang efektivitas jalannya organisasi.

Prinsip Rentang Pengendalian.

Artinya bahwa jumlah bawahan atau staf yang harus dikendalikan oleh seorang atasan perlu dibatasi secara rasional. Rentang kendali ini sesuai dengan bentuk dan tipe organisasi, semakin besar suatu organisasi dengan jumlah pegawai yang cukup banyak, semakin kompleks rentang pengendaliannya.

Prinsip Fungsional.

Bahwa seorang pegawai dalam suatu organisasi secara fungsional harus jelas tugas dan wewenangnya, kegiatannya, hubungan kerja, serta tanggung jawab dari pekerjaannya.

Prinsip Pemisahan.

Bahwa beban tugas pekerjaan seseorang tidak dapat dibebankan tanggung jawabnya kepada orang lain.

Prinsip Keseimbangan.

Keseimbangan antara struktur organisasi yang efektif dengan tujuan organisasi. Dalam hal ini, penyusunan struktur organisasi harus sesuai dengan tujuan dari organisasi tersebut. Tujuan organisasi tersebut akan diwujudkan melalui aktivitas/ kegiatan yang akan dilakukan. Organisasi yang aktivitasnya sederhana (tidak kompleks) contoh ‘koperasi di suatu desa terpencil’, struktur organisasinya akan berbeda dengan organisasi koperasi yang ada di kota besar seperti di Jakarta, Bandung, atau Surabaya.

Prinsip Fleksibilitas.

Organisasi harus senantiasa melakukan pertumbuhan dan perkembangan sesuai dengan dinamika organisasi sendiri (internal factor) dan juga karena adanya pengaruh di luar organisasi (external factor), sehingga organisasi mampu menjalankan fungsi dalam mencapai tujuannya.

Prinsip Kepemimpinan.

Dalam organisasi apapun bentuknya diperlukan adanya kepemimpinan, atau dengan kata lain organisasi mampu menjalankan aktivitasnya karena adanya proses kepemimpinan yang digerakkan oleh pemimpin organisasi tersebut.[6]

  1. D.    Jenis-Jenis Organisasi

Pengelompokan jenis organisasi dapat dilakukan dengan menggunakan kriteria sebagai berikut :

  1. 1.      Berdasarkan jumlah orang yang memegang pucuk pimpinan.
  • Bentuk tunggal, yaitu pucuk pimpinan berada ditangan satu orang, semua kekuasaan dan tugas pekerjaan bersumber kepada satu orang.
  • Bentuk komisi, pimpinan organisasi merupakan suatu dewan yang terdiri dari beberapa orang, semua kekuasaan dan tanggung jawab dipikul oleh dewan sebagai suatu kesatuan.
  1. Berdasarkan lalu lintas kekuasaan.

Bentuk organisasi ini meliputi:

  • Organisasi lini atau bentuk lurus, kekuasaan mengalir dari pucuk pimpinan organisasi langsung lurus kepada para pejabat yang memimpin unit-unit dalam organisasi,
  • Bentuk lini dan staff, dalam organisasi ini pucuk pimpinan dibantu oleh staf pimpinan ahli dengan tugas sebagai pembantu pucuk pimpinan dalam menjalankan roda organisasi,
  • Bentuk fungsional, bentuk organisasi dalam kegiatannya dibagi dalam fungsi-fungsi yang dipimpin oleh seorang ahli dibidangnya, dengan hubungan kerja lebih bersifat horizontal.
  1. Berdasarkan sifat hubungan personal, yaitu :
  • Organisasi formal, adalah organisasi yang diatur secara resmi, seperti : organisasi pemerintahan, organisasi yang berbadan hukum
  • Organisasi informal, adalah organisasi yang terbentuk karena hubungan bersifat pribadi, antara lain kesamaan minat atau hobby, dll.
  1. Berdasarkan tujuan.

Organisasi ini dapat dibedakan, yaitu :

  • organisasi yang tujuannya mencari keuntungan atau ‘profit oriented’ dan
  • organisasi sosial atau ‘non profit oriented
  1. Berdasarkan kehidupan dalam masyarakat, yaitu ;
  • Organisasi pendidikan,
  • Organisasi kesehatan,
  • Organisasi pertanian, dan lain lain.
  1. Berdasarkan fungsi dan tujuan yang dilayani, yaitu :
  • Organisasi produksi, misalnya organisasi produk makanan,
  • Organisasi berorientasi pada politik, misalnya partai politik
  • Organisasi yang bersifat integratif, misalnya serikat pekerja
  • Organisasi pemelihara, misalnya organisasi peduli lingkungan, dan lain lain.
  1. Berdasarkan pihak yang memakai manfaat.

Organisasi ini meliputi :

  • Mutual benefit organization, yaitu organisasi yang kemanfaatannya terutama dinikmati oleh anggotanya, seperti koperasi.
  • Service organization, yaitu organisasi yang kemanfaatannya dinikmati oleh pelanggan, misalnya bank.
  • Business Organization, organisasi yang bergerak dalam dunia usaha, seperti perusahaan-perusahaan,
  • Commonwealth organization, adalah organisasi yang kemanfaatannya terutama dinikmati oleh masyarakat umum, seperti organisasi Pendidikan, rumah sakit, Puskesmas, dll.

Menurut Manullang, jenis-jenis organisasi dapat dibedakan atas tiga golongan yaitu:

  • Organisasi garis.
  • Organisasi fungsional.
  • Organisasi garis dan staff.
  1. Macam-Macam Organisasi

Bila uraian di atas (tentang kebutuhan dan hak-hak dasar) kita hubungkan dengan keseharian kita, maka kita membutuhkan organisasi yang sesuai untuk memperjuangkan hak-hak tersebut. Maka, kita perlu mengerti tentang macam-macam bentuk organisasi. Dari tujuan dan usaha yang dilakukan terdapat setidaknya tiga macam bentuk organisasi, yaitu:

  1. Organisasi Sosial

Adalah organisasi yang memberikan pelayanan sosial bagi anggotanya atau massa di luar anggotanya. Umumnya organisasi seperti ini mengandalkan pembiayaan dari pihak luar sebagai penyumbang atau donatur untuk menjalankan usahanya. Contoh: Yayasan Pendidikan, Lembaga Kesehatan, Lembaga Bantuan Hukum dan lain-lain. Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) adalah termasuk dalam jenis organisasi ini.

  1. Organisasi Massa

Adalah organisasi yang memperjuangkan kepentingan sosial-ekonomi dan politik sekelompok massa tertentu yang bersandarkan dengan kekuatan dari massa anggota dan massa non-anggotanya. Tempat di mana, rakyat dapat mengembangkan potensi dan menemukan wadah perjuangannya. Tempat mengembangkan potensi maksudnya, di dalam organisasi massa dapat diselenggarakan pendidikan-pendidikan sosial-ekonomi dan politik atau kegiatan lain yang dapat menunjang penghidupan.
Contoh dari organisasi ini adalah serikat buruh (bagi buruh), persatuan tani, persatuan pemuda, persatuan perempuan, dan lain-lain.

  1. Organisasi Politik

Adalah organisasi yang memperjuangkan kepentingan sosial-ekonomi dan politik anggotanya dan massa non-anggotanya, namun memiliki tujuan khusus untuk mengubah politik (kebijakan) pemerintahan suatu negara. Organisasi ini dalam kiprahnya memang bertujuan untuk menguasai negara. Contohnya adalah partai politik.

  1. Perilaku Organisasi.

Perilaku Organisasi adalah telaah dan penerapan tentang bagaimana orang-orang bertindak di dalam organisasi. Perilaku Organisasi adalah sarana manusia bagi keuntungan manusia. Perilaku Organisasi dapat diterapkan secara luas dalam perilaku orang-orang di semua jenis organisasi, seperti bisnis, pemerintahaan, sekolah, dan organisasi jasa. Apapun organisasi itu, ada kebutuhan untuk memahami perilaku organisasi.

Perilaku organisasi juga dikenal sebagai Studi tentang organisasi. Studi ini adalah sebuah bidang telaah akademik khusus yang mempelajari organisasi, dengan memanfaatkan metode-metode dari ekonomi, sosiologi, antropologi dan psikologi. Disiplin-disiplin lain yang terkait dengan studi ini adalah studi tentang Sumber daya manusia dan psikologi industri serta perilaku organisasi.

Stephen P. Robbin mendefinisikan perilaku organisasi dengan suatu bidang studi yang menyelidiki dampak yang dipunyai individu, kelompok, dan struktur pada perilaku dalam organisasi, dengan maksud menerapkan pengetahuan semacam itu untuk memperbaiki suatu keefektifan organisasi.

  1. Lingkup Perilaku Organisasi.

Menurut S.P. ROBIN, Mempelajari perilaku manusia dalam organisasi melalui tiga tingkatan analisis.[7]

  1. Tingkatan Individu : karakteristik bawaan individu dalam organisasi.
  2. Tingkatan Kelompok : dinamika perilaku kelompok dan faktor-faktor determinannya
  3. Tingkatan Organisasi : faktor-faktor organizational yang mempengaruhi perilaku.
  4. Unsur Pokok Perilaku Organisasi

Unsur pokok dalam perilaku organisasi adalah orang, struktur, teknologi, dan lingkungan tempat organisasi beroperasi. Apabila orang-orang bergabung dalam suatu organisasi untuk mencapai tujuan, diperlukan jenis struktur tertentu. Orang-orang juga menggunakan teknologi untuk membantu penyelesaian pekerjaan, jadi ada interaksi antara orang, struktur, dan teknologi. Disamping itu, unsur-unsur tersebut dipengaruhi oleh lingkungan luar, dan unsur itu juga mempengaruhinya. Masing-masing unsur perilaku organisasi itu akan diulas secara ringkas.

  1. Orang

Orang-orang membentuk sistem sosial intern organisasi. Mereka terdiri dari orang-orang dan kelompok, serta kelompok-kelompok besar, termasuk juga kelompok kecil. Selain itu ada juga kelompok tidak resmi dan informal, serta berbagai kelompok yang lebih resmi dan formal. Semua kelompok itu dinamis. Kelompok “terbentuk”, berubah, dan bercerai berai. Dewasa ini organisasi manusia tidak sama dengan organisasi yang serupa dimasa lampau, atau sehari sebelumnya. Orang-orang adalah makhluk hidup yang berjiwa, berpikiran, dan berperasaan yang menciptakan organisasi untuk mencapai tujuan mereka.Organisasi dibentuk untuk melayani manusia, dan bukan sebaliknya orang hidup untuk melayani organisasi.

  1. Struktur

Struktur menentukan hubungan resmi orang-orang dalam organisasi. Berbagai pekerjaan yang berbeda diperlukan untuk melakukan semua aktivitas organisasi. Ada manajer dan pegawai bukan manajer, akuntan, dan perakit. Orang-orang ini harus dihubungkan dengan cara tertentu yang terstruktur agar pekerjaan mereka efektif. Semua hubungan ini menimbulkan berbagai masalah kerjasama, perundingan, dan pengambilan keputusan yang rumit.

  1. Teknologi

Teknologi menyediakan sumber daya yang digunakan orang-orang untuk bekerja dan sumber daya itu mempengaruhi tugas yang mereka lakukan. Mereka tidak dapat menghasilkan banyak hal dengan tangan kosong ; jadi mereka mendirikan bangunan, merancang mesin, menciptakan proses kerja, dan merakit sumber daya. Teknologi yang dihasilkan menimbulkan pengaruh signifikan atas hubungan kerja. Lini perakitan tidak sama dengan laboratorium penelitian, dan pabrik baja tidak memiliki kondisi kerja yang sama dengan rumah sakit.

  1. Lingkungan

Semua organisasi beroperasi di dalam lingkungan luar. Organisasi tidak berdiri sendiri. Ia merupakan bagian dari system yang lebih besar yang memuat banyak unsur lain, seperti pemerintah, keluarga, dan organisai lainnya. Semua unsur ini saling mempengaruhi dalam suatu system yang rumit yang menjadi corak hidup sekelompok orang. Suatu organisasi, seperti pabrik atau sekolah, tidak dapat menghindar dari pengaruh lingkunga luar. Lingkungan luar mempengaruhi sikap orang-orang, mempengaruhi kondisi kerja, dan menimbulkan persaingan untuk memperoleh sumber daya dan kekuasaan. Oleh sebab itu, lingkungan luar harus dipertimbangkan untuk menelaah perilaku manusia dalam organisasi.

  1. Sudut Pandang Administrasi

Semua orang dalam organisasi berurusan dengan upaya meningkatkan perilaku organisasi. Guru, tata usaha, kepala sekolah dan yayasan bekerja dengan orang-orang dan karenanya mempengaruhi kualitas perilaku kehidupan dalam organisasi. Akan tetapi, para kepala sekolah cenderung memiliki tanggung jawab lebih besar, karena merekalah yang mengambil keputusan yang mempengaruhi banyak orang dalam organisasi, dan hampir seluruh aktivitas mereka sehari-hari berorientasi manusia. Para kepala sekolah sebagai manajer mewakili system administrasi, atau system manajemen, dan peranan mereka adalah mendayagunakan perilaku oraganisasi pendidikan untuk meningkatkan hubungan orang-organisasi seperti yang terlihat dalam Gambar. Para manajer berusaha menciptakan iklim yang kondusif untuk memotivasi orang-orang, bekerja sama secara produktif, dan mejadi orang-orang yang lebih efektif.

Apabila perilaku organisasi berhasil diterapkan, ia menjadi system imbalan rangkap tiga ( triple reward system ) dimana tujuan manusia, organisasi, dan masyarakat menyatu. Orang-orang merasa lebih puas dalam pekerjaan apabila terwujud kerja sama dan kerja tim. Mereka belajar, tumbuh, dan memberikan kontribusi. Organisasi juga lebih berhasil, karena beroperasi secara lebih efektif. Kualitas meningkat dan kerugian menyusut. Barangkali yang memperoleh maslahat terbesar dari system imbalan rangkap tiga adalah masyarakat itu sendiri, karena ia dapat memperoleh produk dan pelayanan lebih baik, warga negara lebih baik, dan iklim kerja sama dan kemajuan. Dengan demikian, semua pihak mengalami kemenangan.

Sistem

Administrasi
Perilaku
organisasi
Hubungan
Orang-organisasi yang lebih baik

Tujuan manusia/orang Tua

Tujuan organisasi/ Sekolah
Tujuan Masyarakat
Gambar Sistem Administrasi dalam organisasi

  1. Keefektifan Organisasi

Keefektifan Organisasi adalah tingkat keberhasilan organisasi dalam usaha untuk mencapai tujuan atau sasarannya. Dalam pengertian lain keefektifan organisasi adalah sejauh mana cepat, murah atau efisiensinya kemajuan ke arah tujuan itu.

  1. Pengukuran Efektivitas Organisasi

Pengukuran Efektivitas Organisasi dapat ditinjau dari dua pendekatan yaitu:[8]

  1. Pendekatan Sumber- Proses- Sasaran
  2. Pendekatan Constituency :
  3. Pemilik Perusahaan : Tingkat Keuntungan
  4. Karyawan : Kepuasan Kerja
  5. Konsumen / Pelanggan : Kepuasan Pelanggan
  6. Pemberi Pinjaman : Kredibilitas Pengembalian
  7. Lingkungan / Komunitas : Sumbangan / kontribusi
  8. Supplier : Kelancaran transaksi / pembayaran
  9. Pemerintah : Kepatuhan terhadap hukum & peraturan.
  10. Sekolah : Lulus 100 %, ….

 Kriteria Pengukuran Keefektifan Organisasi

Adaptabilitas dan fleksibilitas organisasi

b. Produktivitas

c. Kepuasan karyawan / Guru.

d. Tingkat keuntungan

e. Keberhasilan dalam mendapatkan sumber

f. Kebebasan dari rasa tertekan para anggota organisasi.

g. Kontrol terhadap lingkungan

h. Efisiensi organisasi

i. Kemampuan organisasi untuk mempertahankan anggotanya.

j. Pertumbuhan organisasi

k. Kelancaran komunikasi dalam organisasi

l. Kemampuan mempertahankan eksistensi organisasi
Di antara faktor penunjang keefektifan organisasi yang tak kalah pentingnya dari yang disebutkan di atas adalah komunikasi antar pribadi. Komunikasi antar pribadi merupakan dasar dari kebanyakan pergaulan dalam organisasi. Efektivitas komunikasi ini dapat sangat besar sumbangannya kepada kelancaran berfungsinya organisasi.[9]
H. Pengorganisasian Pendidikan
1. Pengertian

Pengorganisasian adalah merupakan fungsi kedua dalam Manajemen dan pengorganisasian didefinisikan sebagai proses kegiatan penyusunan struktur organisasi sesuai dengan tujuan-tujuan, sumber-sumber, dan lingkungannya. Dalam pengertian yang hampir sama, Freeman mendefinisikan pengorganisasian adalah proses memperkerjakan dua orang atau lebih untuk bekerjasama dalam cara terstruktur guna mencapai sasaran spesifik atau sejumlah sasaran.Dengan demikian hasil pengorganisasian adalah struktur organisasi.

Struktur organisasi adalah susunan komponen-komponen (unit-unit kerja) dalam organisasi. Struktur organisasi menunjukkan adanya pembagian kerja dan meninjukkan bagaimana fungsi-fungsi atau kegiatan-kegiatan yang berbeda-beda tersebut diintegrasikan (koordinasi). Selain daripada itu struktur organisasi juga memperlihatkan arus interaksi dalam organisasi itu siapa yang memutuskan apa, siapa yang memerintah, siapa yang menjawab, dan siapa yang melaksanakan suatu pekerjaan.
Struktur organisasi pada umumnya kemudian digambarkan dalam suatu bagan yang disebut bagan organisasi. Bagan organisasi adalah suatu gambar struktur organisasi yang formal, dimana dalam gambar tersebut ada garis-garis (instruksi dan koordinasi) yang menunjukkan kewenangan dan hubungan komunikasi formal, yang tersusun secara hierarkis. Menurut Terry, manusia merupakan unsur yang terpenting dalam pengorganisasian.
Pengorganisasian Pendidikan Agama Islam
Dalam hubungannya dengan pendidikan Agama, pengorganisasian pendidikan agama telah diatur dalam Peraturan Pemerintah no. 55 tahun 2007 tentang Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan. Pada pasal 1 ayat 12 yang menyelenggarakan pendidikan agama dan keagamaan adalah menteri agama.
Direktorat Jendral Pendidikan Islam adalah salah satu direktorat jendral yang ada di Departemen Agama berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 63 Tahun 2005 tentang Perubahan PP No. 10 Tahun 2005 yang tadinya bernama “Direktorat Jendral Kelembagaan Agama Islam”.

Perubahan nama ini menegaskan bahwa tugas pokok direktorat jendral ini adalah “Pengembangan Aspek-aspek substansi kependidikan Islam”.
Direktorat ini mempunyai 10 program kerja yaitu :

  1. Pendidikan anak usia dini untuk RA/TA, TPA dan TPQ
  2. Wajib Belajar Pendidikan Dasar sembilan tahun untuk MI, MTs dan Salafiyah
  3. Pendidikan Menengah untuk MA, kejuruan dan diniyah ulya
  4. Pendidikan agama dan keagamaan untuk penyelenggaraan pendidikan agama di    sekolah
  5. Wajib Belajar Pendidikan Dasar sembilan tahun untuk MI, MTs dan Salafiyah
  6. Pendidikan anak usia dini untuk RA/TA, TPA dan TPQ
  7. Pendidikan Menengah untuk MA, kejuruan dan diniyah ulya
  8. Pendidikan Menengah untuk MA, kejuruan dan diniyah ulya
  9. Pendidikan agama dan keagamaan untuk penyelenggaraan pendidikan agama di sekolah
  10. Wajib Belajar Pendidikan Dasar sembilan tahun untuk MI, MTs dan Salafiyah
  1. Tugas Dan Fungsi

Direktorat Pendidikan Madrasah mempunyai tugas menyelenggarakan pelayanan dan bimbingan di bidang Pendidikan pada Madrasah berdasarkan kebijakan teknis yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal.
Dalam melaksanakan tugas, Direktorat Pendidikan Madrasah menyelenggarakan fungsi :

  1. Penyiapan bahan perumusan visi, misi dan kebijakan di bidang pendidikan pada pra sekolah (Raudlatul Athfal, Bustanul Athfal, Tuhfatul Athfal) dan madrasah;
  2. Perumusan standar nasional di bidang kurikulum dan evaluasi, pendidik dan kependidikan, bantuan dan beasiswa, kelembagaan dan kerjasama, kesiswaan pada pendidikan pra sekolah (Raudlatul Athfal, Bustanul Athfal, Tuhfatul Athfal) dan madrasah;
  3. Pelaksanaan kebijakan teknis di bidang pendidikan pada madrasah;
  4. Pelaksanaan bimbingan teknis dan evaluasi pendidikan pada sekolah dan madrasah;
  5. Pelaksanaan tata usaha dan rumah tangga direktorat.

4. Komponen Direktorat Pendidikan Madrasah
Direktorat Pendidikan Madrasah terdiri dari :

  1. Subdirektorat Kurikulum dan Evaluasi;
  2. Subdirektorat Ketenagaan;
  3. Subdirektorat Bantuan dan Beasiswa;
  4. Subdirektorat Kelembagaan dan Kerjasama;
  5. Subdirektorat Kesiswaan;
  6. Subbag Tata Usaha.

Subdirektorat Kurikulum dan Evaluasi
Subdirektorat Kurikulum dan Evaluasi mempunyai tugas melaksanakan pembinaan dan pelayanan dibidang perumusan standar nasional, pelaksanaan kurikulum dan evaluasi pendidikan pada pra sekolah (Raudlatul Athfal, Bustanul Athfal, Tuhfatul Athfal) dan madrasah berdasarkan sasaran dan program yang ditetapkan oleh Direktur.
Dalam melaksanakan tugas, Subdirektorat Kurikulum dan Evaluasi menyelenggarakan fungsi :

  1. Penyusunan standar nasional dan pembinaan pelaksanaan kurikulum dan evaluasi pada RA, BA, dan TA;
  2. Penyusunan standar nasional dan pembinaan pelaksanaan kurikulum dan evaluasi pada Madrasah Ibtidaiyah;
  3. Penyusunan standar nasional dan pembinaan pelaksanaan kurikulum dan evaluasi pada Madrasah Tsanawiyah;
  4. Penyusunan standar nasional dan pembinaan pelaksanaan kurikulum dan evaluasi pada Madrasah Aliyah dan Madrasah Aliyah Kejuruan.

Subdirektorat Kurikulum dan Evaluasi terdiri dari :

  1. Seksi Kurikulum dan Evaluasi RA/BA/TA, mempunyai tugas melakukan penyiapan data dan bahan penyusunan standar, pembinaan kurikulum serta evaluasi pada Raudlatul Athfal, Bustanul Athfal dan Tuhfatul Athfal;
  2. Seksi Kurikulum dan Evaluasi MI, mempunyai tugas melakukan penyiapan data, pengumpulan bahan penyusunan standar dan pembinaan kurikulum serta evaluasi pada Madrasah Ibtidaiyah;
  3. Seksi Kurikulum dan Evaluasi MTs, mempunyai tugas melakukan penyiapan data dan bahan, penyusunan standar dan pembinaan kurikulum serta evaluasi pada Madrasah Tsanawiyah;
  4. Seksi Kurikulum dan Evaluasi MA dan MAK, mempunyai tugas melakukan penyiapan data dan bahan penyusunan standar dan pembinaan kurikulum, evaluasi pada Madrasah Aliyah dan Madrasah Aliyah Kejuruan.

 

Subdirektorat Ketenagaan
Subdirektorat Ketenagaan mempunyai tugas melaksanakan pembinaan dan pelayanan dibidang perumusan standar nasional, pelaksanaan pendidikan dan tenaga kependidikan pada pra sekolah (Raudlatul Athfal, Bustanul Athfal dan Tuhfatul Athfal) dan madrasah berdasarkan program dan sasaran yang ditetapkan oleh Direktur.

Dalam melaksanakan tugas, Subdirektorat Ketenagaan menyelenggarakan fungsi :

  1. Pengumpulan, pengolahan dan analisis data di bidang Ketenagaan
  2. Penyusunan standar nasional dan pembinaan pelaksanaan pendidikan dan tenaga kependidikan pada RA, BA dan TA;
  3. Penyusunan standar nasional dan pembinaan pelaksanaan pendidikan dan tenaga kependidikan pada Madrasah Ibtidaiyah;
  4. Penyusunan standar nasional dan pembinaan pelaksanaan pendidikan dan tenaga kependidikan pada Madrasah Tsanawiyah;
  5. Penyusunan standar nasional dan pembinaan pelaksanaan pendidikan dan tenaga kependidikan pada Madrasah Aliyah dan Madrasah Aliyah Kejuruan.

Subdirektorat Ketenagaan terdiri dari :

  1. Seksi Ketenagaan RA/BA/TA, mempunyai tugas melakukan penyiapan data dan bahan penyusunan standar dan pembinaan pendidikan dan tenaga kependidikan pada Raudlatul Athfal, Bustanul Athfal dan Tuhfatul Athfal;
  2. Seksi Ketenagaan MI, mempunyai tugas melakukan penyiapan data dan bahan penyusunan standar dan pembinaan pendidikan dan tenaga kependidikan pada Madrasah Ibtidaiyah;
  3. Seksi Ketenagaan MTs, mempunyai tugas melakukan penyiapan data dan bahan penyusunan standar dan pembinaan pendidik dan tenaga kependidikan pada Madrasah Tsanawiyah;
  4. Seksi Ketenagaan MA dan MAK, mempunyai tugas melakukan penyiapan data dan bahan penyusunan standar dan pembinaan pendidik dan tenaga kependidikan pada Madrasah Aliyah dan Madrasah Aliyah Kejuruan serta pengelolaan data.

Subdirektorat Bantuan dan Beasiswa

Subdirektorat Bantuan dan Beasiswa mempunyai tugas melaksanakan pelayanan dan bimbingan perumusan standar nasional, pemanfaatan bantuan dan beasiswa untuk pendidikan pra sekolah (Raudlatul Athfal, Bustanul Athfal dan Tuhfatul Athfal) dan madrasah berdasarkan program dan sasaran yang ditetapkan oleh Direktur.

Dalam melaksanakan tugas, Subdirektorat Bantuan dan Beasiswa menyelenggarakan fungsi :

  1. Pengumpulan, pengolahan dan analisis data di bidang Sarana
  2. Penyusunan standar nasional dan pembinaan pelaksanaan bantuan dan beasiswa RA/BA/TA;
  3. Penyusunan standar nasional dan pembinaan pelaksanaan bantuan dan beasiswa untuk Madrasah Ibtidaiyah;
  4. Penyusunan standar nasional dan pembinaan pelaksanaan bantuan dan beasiswa untuk Madrasah Tsanawiyah;Penyusunan standar nasional dan pembinaan pelaksanaan bantuan dan beasiswa untuk Madrasah Aliyah dan Madrasah Aliyah Kejuruan;

Subdirektorat Bantuan dan Beasiswa terdiri dari :

  1. Seksi Bantuan dan Beasiswa RA/BA dan TA, mempunyai tugas melakukan penyiapan data dan bahan penyusunan standar dan pembinaan pemanfaatan bantuan dan beasiswa untuk pendidikan pra sekolah (Raudlatul Athfal, Bustanul Athfal dan Tuhfatul Athfal) dan madrasah;
  2. Seksi Bantuan dan Beasiswa Madrasah Ibtidaiyah, mempunyai tugas melakukan penyiapan data dan bahan penyusunan standar dan pembinaan pemanfaatan bantuan dan beasiswa untuk pendidikan pada Madrasah Ibtidaiyah;
  3. Seksi Bantuan dan Beasiswa Madrasah Tsanawiyah, mempunyai tugas melakukan penyiapan data dan bahan, penyusunan standar dan pembinaan pemanfaatan bantuan dan beasiswa untuk pendidikan pada Madrasah Tsanawiyah;Seksi Bantuan dan Beasiswa MA dan MAK, mempunyai tugas melakukan penyiapan data, pengumpulan bahan penyusunan standar dan pembinaan pemanfaatan bantuan dan beasiswa untuk pendidikan pada Madrasah Aliyah Kejuruan.

Subdirektorat Kelembagaan dan Kerjasama
Subdirektorat Kelembagaan dan Kerjasama mempunyai tugas melaksanakan pembinaan dan pelayanan pelaksanaan perumusan standar nasional, kelembagaan dan pengembangan kerjasama pada pendidikan pra sekolah (Raudlatul Athfal, Bustanul Athfal dan Tuhfatul Athfal) dan madrasah berdasarkan sasaran, program, dan kegiatan yang ditetapkan oleh Direktur.

Dalam melaksanakan tugas, Subdirektorat Kelembagaan dan Kerjasama menyelenggarakan fungsi :

  1. Pengumpulan, pengolahan dan analisis data di bidang kelembagaan dab kerjasama
  2. Penyusunan standar nasional dan pembinaan kelembagaan serta pengembangan kerjasama Raudhatul Atfal, Bustanul Atfal, dan Madrasah Ibtidaiyah.
  3. Penyusunan standar nasional dan pembinaan kelembagaan serta pengembangan kerjasama Madrasah Tsanawiyah;
  4. Penyusunan standar nasional dan pembinaan kelembagaan serta pengembangan kerjasama Madrasah Aliyah dan Madrasah Aliyah Kejuruan.

Subdirektorat Kelembagaan dan Kerjasama terdiri dari :

  1. Seksi Kelembagaan dan Kerjasama RA/BA/TA dan MI, mempunyai tugas melakukan penyiapan data dan bahan penyusunan standar, pembinaan kelembagaan dan pengembangan kerjasama pada Raulhatul Atfal, Bustanul Atfal, Tuhfatul Atfal dan Madrasah Ibtidaiyah;
  2. Seksi Kelembagaan dan Kerjasama MTs, mempunyai tugas melakukan penyiapan data dan bahan penyusunan standar, pembinaan kelembagaan serta pengembangan kerjasama pada Madrasah Tsanawiyah;
  3. Seksi Kelembagaan dan Kerjasama MA dan MAK, mempunyai tugas melakukan penyiapan data dan bahan penyusunan standar, pembinaan kelembagaan dan akreditasi serta pengembangan kerjasama pada Madrasah Aliyah dan Madrasah Aliyah Negeri;

Subdirektorat Kesiswaan
Subdirektorat Kesiswaan mempunyai tugas melaksanakan pembinaan dan pelayanan perumusan standar nasional, pembinaan kesiswaan serta peningkatan kemampuan, ketrampilan dan pengembangan sumberdaya kesiswaan pada pendidikan pra sekolah. (Raudlatul Athfal, Bustanul Athfal dan Tuhfatul Athfal) dan madrasah berdasarkan sasaran, program, dan kegiatan yang ditetapkan oleh Direktur.

Dalam melaksanakan tugas, Subdirektorat Kesiswaan menyelenggarakan fungsi :

  1. Penyusunan standar nasional dan pembinaan kesiswaan, peningkatan kemampuan, ketrampilan dan pengembangan sumberdaya kesiswaan pada pra sekolah (Raudlatul Athfal, Bustanul Athfal dan Tuhfatul Athfal) dan Madrasah Ibtidaiyah;
  2. Penyusunan standar nasional dan pembinaan kesiswaan, peningkatan kemampuan, ketrampilan dan pengembangan sumberdaya kesiswaan pada Madrasah Tsanawiyah;
  3. Penyusunan standar nasional dan pembinaan kesiswaan, peningkatan kemampuan, ketrampilan dan pengembangan sumberdaya kesiswaan pada Madrasah Aliyah dan Madrasah Aliyah Kejuruan.

Subdirektorat Kesiswaan terdiri dari :

  1. Seksi Kesiswaan RA/BA/TA dan MI, mempunyai tugas melakukan penyiapan data dan bahan penyusunan standar dan pembinaan kesiswaan pada pra sekolah (Raudlatul Atfal, Bustanul Atfal, Tuhfatul Atfal) dan Madrasah Ibtidaiyah.
  2. Seksi Kesiswaan MTs, mempunyai tugas melakukan penyiapan data dan bahan penyusunan standar, pembinaan kelembagaan dan kesiswaan pada Madrasah Tsanawiyah.
  3. Seksi Kesiswaan MA dan MAK, mempunyai tugas melakukan penyiapan data dan bahan penyusunan standar, pembinaan kelembagaan dan kesiswaan pada Madrasah Aliyah dan Madrasah Aliyah Kejuruan.

 

 

Sub Bagian Tata Usaha
Sub Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan penyelenggaraan tata usaha dan rumah tangga Direktorat.
Pada dataran operasional praktis, pengorganisasian pendidikan telah diatur di antaranya dalam Peraturan Pemerintah RI nomor 28 tahun 1990 tentang Pendidikan Dasar di dalamnya disebutkan tugas dan tanggung jawab kepala sekolah.[10]

  1. PENUTUP.

Setelah pemaparan singkat makalah ini, penulis berharap ada satu peningkatan ilmu dan wawasan kita terkait dengan pengertian organisasi terutama dalam berkiatan dengan tugas dan fungsi kita sebagai manager dalam pengorganisasian pendidikan di sekolah – sekolah, dengan harapan pendidikan yang kita kelola semakin bagus dalam berbagai hal.

Penulis menyadari bahwa tulisan ini jauh dari kesempurnaan, kritik dan saran yang konstruktif dari teman – teman dan dosen pembimbing sangatlah berarti untuk pemyempurnaan makalah ini.

DAFTAR PUSTAKA DAN BACAAN

  1. Abdulsyani, Manajemen Organisasi (Jakarta: Bina Aksara, 1987)
  2. Dalam H. Malayu S.P. Hasibuan, Organisasi dan Motivasi (Jakarta: Bumi Aksara, 1996)
  3. James A.F. Stoner, R.E. Freeman dan Daniel Gilbert, Jr, Manajemen, terj. Alexander Sindoro (Jakarta: PT. Prenhallindo, 1996),
  4. Bandingkan dengan M. Manullang, Dasar-Dasar Manajemen (Jakarta: Ghalia Indonesia, 1977)
  5. Organisasi.Org
  6. .http://jogjaholic.wordpress.com/2007/03/17/8/
  7. Dari Wikipedia Indonesia, ensiklopedia bebas berbahasa Indonesia.
  8. Stephen P. Robbin, Perilaku Organisasi (Jakarta: Prenhallindo, 1996).
  9. Yayat Hayati Djatmiko, Perilaku Organisasi, Alfabeta- Bandung, 2002.
  10. Edgar H. Schein, Psikologi Organisasi (Jakarta: Pustaka Binaman Pressindo, 1991)
  11. Udai Pareek, Perilaku Organisasi (Jakarta: Pustaka Binaman Pressindo, 1996
  12. Terry dan L.W. Rue, Dasar-Dasar Manajemen (Jakarta: Bumi Aksara, 1996)
  13. Terry, Prinsip-Prinsip Manajemen, terj. J. Smith (Jakarta: Bumi Aksara)
  14. H.A.R. Tilaar, Manajemen Pendidikan Nasional (Bandung: Rosdakarya, 2004)
  15. Prof. Dr. Veithzal Rivai, Kepemimpinan dan Perilaku Organisasi (Jakarta: Rajawali Pers, 2010)
  16. Dr. Saiful Bahri, optimalisasi kinerja Kepala Sekolah (Jakarta: Gibon Books, 2010)
  17. John M. Ivancevich, Robert konopaske michael T. Matteson, terj, Dharma Yowono, Perilaku dan Manajemen Organisasi (Jakarta: Erlangga, 2007)

[2] James A.F. Stoner, R.E. Freeman dan Daniel Gilbert, Jr, Manajemen, terj. Alexander Sindoro (Jakarta: PT. Prenhallindo, 1996), hal. 6.

[3] ibid

[4] Abdulsyani, Manajemen Organisasi (Jakarta: Bina Aksara, 1987), hal. 19.

[5] Dalam H. Malayu S.P. Hasibuan, Organisasi dan Motivasi (Jakarta: Bumi Aksara, 1996), hal. 25.

[6] Bandingkan dengan M. Manullang, Dasar-Dasar Manajemen (Jakarta: Ghalia Indonesia, 1977), hal. 51.

[7] Udai Pareek, Perilaku Organisasi (Jakarta: Pustaka Binaman Pressindo, 1996), hal. 65.

[8] Edgar H. Schein, Psikologi Organisasi (Jakarta: Pustaka Binaman Pressindo, 1991), hal. 275.

[9]Prof. Dr. Veithzal Rivai, Kepemimpinan dan prilaku organisasi (Jakarta : Rajawali Pers, 2010), hal. 171

[10] H.A.R. Tilaar, Manajemen Pendidikan Nasional (Bandung: Rosdakarya, 2004), hal. 50-60.

WHY?? Mengapa seseorang Yahudi diperbolehkan menyimpan janggut untuk mengamalkan kepercayaannya. .. …tetapi bila seorang Muslim berbuat demikian, dia dianggap ekstrim dan Terorist? Mengapa seseorang rahib boleh berkerudung keseluruhan tubuhnya karena memperhambakan diri kepada Tuhannya… …tetapi bila seseorang Muslimah melakukan begitu, dia ditekan ? Mengapa bila wanita barat menjadi ibu rumah tangga, dia dihormati kerana dikatakan berkorban untuk keluarganya. .. …tetapi bila wanita Islam berbuat begitu, mereka kata, ” dia mesti dibebaskan! ” Mengapa anak – anak gadis yang sekuler dibiarkan berpakaian mengikut kesukaannya karena punyai hak dan kebebasan… …tetapi bila seseorang wanita Muslim memakai hijab, dia tidak boleh menjejakkan kakinya ke sekolah? Mengapa bila seseorang kanak-kanak meminati sesuatu bidang, dia dikatakan mempunyai bakat… …tetapi bila seseorang kanak-kanak tertarik kepada Islam, dia dikatakan tak berguna? Mengapa bila seseorang Kristian atau Yahudi membunuh, agamanya tidak dikaitkan … tetapi baru saja seseorang Muslim didakwa melakukan pembunuhan, maka nama Islam turut diadili! Mengapa bila seseorang berkorban diri untuk melihat orang lain hidup, dia amat disanjungi.. . …tetapi bila seseorang warga Palestin melakukannya untuk menyelamatkan diri, keluarga, rumahtangga dan masjidnya, dia dikenali sebagai seorang pengacau? Mengapa bila seseorang non muslim mengendarai mobil mewah dengan sedikit ugal-ugalan, terkadang tidak pernah dipertikaikan. . …tetapi bila seseorang Muslim melakukan kesalahan, maka orang berkata itu karena agamanya Islam! Mengapa kita terlalu percaya kepada surat kabar… …tetapi selalu persoalkan apa yang terkandung di dalam Al-Quranul Karim? Sampaikan jika hal ini baik untuk keluarga & sahabat anda!

Melalui iklan, produk ini dicitrakan mampu mengganti cairan
tubuh yang
hilang dalam
waktu singkat.
Di balik kesan kesegarannya, minuman isotonik dapat
berbahaya apabila
dikonsumsi sembarangan.
 
Sebuah iklan minuman isotonik di televisi mengatakan, ion
di dalam
isotonik mampu menjaga kelembapan kulit
dan tubuh lebih baik daripada air biasa.
Iklan lain menyebutkan, kehilangan dua persen cairan tubuh
akan
menurunkan stamina dan konsentrasi.
Dosen pada Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan Institut
Pertanian
Bogor ,
 
Fransiska Rungkat Zakaria, mengatakan, iklan produk
isotonik sebagian
menyesatkan masyarakat.
Di iklan, seolah-olah isotonik bisa diminum siapa saja dan
dalam kondisi
apa saja.
 
Padahal, Fransiska mengingatkan, isotonik tidak bisa
dikonsumsi
sembarangan karena minuman ini mengandung garam natrium
(NaCl).
 
" Coba perhatikan labelnya, pasti ada kandungan Na dan
Cl nya," tutur
Fransiska.
Ia menambahkan, minuman isotonik itu tidak lain adalah
larutan garam.
Oleh produsennya, larutan itu kemudian diberi tambahan zat
lain, seperti
vitamin.
Ion yang disebut-sebut sangat bermanfaat bagi tubuh
sebenarnya juga
tidak hanya terkandung pada isotonik.
 
Setiap garam yang dilarutkan dalam air, kata Fransiska,
pasti akan
berubah menjadi ion Na dan ion Cl.
 
" Jadi, ion yang terkandung dalam sayur lodeh dengan
ion dalam isotonik
itu sama saja," tutur Fransiska.
Karena berisi garam, isotonik tidak boleh diminum
sembarangan.
Apabila berlebihan, kadar garam dalam tubuh akan
menyebabkan tekanan
darah tinggi atau hipertensi.
" Bila sudah kena hipertensi, tinggal menunggu saja
bagian tubuh mana
yang jebol duluan," kata Fransiska.
 
Dari makanan
Apabila tubuh kita berkeringat, natrium dan klorida yang
terkandung
dalam cairan tubuh ikut keluar melalui pori-pori kulit.
Jika kedua zat itu tidak digantikan, sel-sel tubuh kita
lama-lama akan
rusak dan mati.
Persoalannya, dari manakah zat natrium dan klorida itu
diperoleh ?
Apakah harus dari minuman isotonik ?
Jawabannya, tidak.
 
Menurut Fransiska, makanan yang kita konsumsi sehari-hari
sudah cukup
untuk menggantikan natrium dan klorida yang keluar bersama
keringat.
 
" Setiap kali masak, kita selalu menggunakan garam.
Itu sudah cukup
untuk mengganti garam yang keluar dari tubuh.
Bahkan berlebih," papar Fransiska.
Ia mengingatkan, dalam kondisi normal, tubuh orang dewasa
hanya
memerlukan 2,3 gram natrium per hari,
sedangkan klorida hanya 50-100 mg.
 
Pada anak-anak, kebutuhan dua zat itu lebih sedikit
dibandingkan dengan
orang dewasa.
 
Apabila kita memasak tanpa garam, kebutuhan natrium dan
klorida juga
sudah bisa dipenuhi dari bahan makanan..
Ia mencontohkan, 1 ons daging merah mengandung 70 mg
natrium, sementara
setiap 10 ons nasi mengandung
10 mg natrium.
Bahan makanan lain, seperti telur, daging ayam,
kacang-kacangan, buah,
dan sayur, juga mengandung natrium.
 
" Karena itu, pada kondisi normal, kita tidak perlu
lagi mengganti
cairan tubuh dengan isotonik," kata Fransiska.
Fransiska mengingatkan, isotonik lebih cocok dikonsumsi
atlet yang
menggeluti olahraga berat.
 
Pada atlet olahraga berat, kebutuhan sodium memang lebih
tinggi dari
orang biasa, yaitu 5-7 gram per hari.
Meski begitu, sebaiknya dihitung lebih dulu apakah natrium
dan klorida
yang dibutuhkan atlet bersangkutan sudah cukup didapat dari
makanan yang
dikonsumsi. Bila masih kurang, boleh saja ditambah dengan
isotonik.
 
Di negara maju, kata Fransiska, ada lembaga yang meneliti
dan menghitung
berapa jumlah natrium pada makanan yang dikonsumsi atlet.
Hasilnya, menu makanan yang dihidangkan tiga kali sehari
itu sudah
mengandung 6 gram natrium.
Mengecoh
Meski isotonik tidak boleh dikonsumsi sembarangan, beberapa
iklan produk
isotonik justru memakai model orang biasa (bukan atlet)
sebagai
konsumen isotonik. Minuman isotonik itu juga ditenggak pada
kondisi
biasa saja, seperti terjebak macet yang tidak selalu
identik dengan
keluarnya ion-ion tubuh secara berlebihan.
 
Bahkan disebutkan, tanpa menyebut kondisinya, isotonik
lebih baik dari
air biasa.
Menurut Fransiska, iklan semacam itu sangat menyesatkan
masyarakat.
Produsen boleh saja menarik pembeli dengan iklan yang
kreatif, tetapi
dalam iklan juga harus dicantumkan informasi yang jelas,
 
bukan informasi menyesatkan.
Produsen seharusnya juga mencantumkan peringatan minuman
itu mengandung
garam.
Agar konsumen bisa mengambil keputusan terbaik, harus
disebutkan pula
berapa jumlah garam yang dibutuhkan manusia per harinya.
" Memang produsen akan ribut. Kalau label itu
diberlakukan, produk
mereka tidak akan laku.
 
Meski demikian, jangan karena kepentingan ekonomi,
kesehatan masyarakat
dipertaruhkan, " kata Fransiska.
 
Jadi, meski kelihatannya menyegarkan, hati-hati bila ingin
mengonsumsi
isotonik.

Niat seorang mukmin lebih baik dari amalnya. (HR. Al-Baihaqi dan Ar-Rabii’)
Manusia dibangkitkan kembali kelak sesuai dengan niat-niat mereka. (HR.-Muslim)

Sekarang ini betapa banyak masyarakat yang berkekurangan, (atau merasa kurang) mempunyai penderitaan yang selalu silih berganti. Dalam 1 minggu ini bisa dihitung berapa jumlah gempa bumi yang melanda negeri kita, berapa lagi jumlah banjir dan longsor yang menerpa.Ada orang berkata bahwa memberi kepada yang lain adalah sebuah kebaikan kepada kita (amal jariyah) yang dapat kita panen hasilnya tidak hanya selama kita hidup tetapi sampai kita mati pun hal tersebut masih bisa kita memanennya, jika hal itu masih berguna bagi orang lain.

Ada sebuah cerita, seseorang mengerjakan kebunnya, dia mengairi kebunnya dengan sistem pengairan yang mencukupi, sehingga dia cukup membuka pintu air di depan kebun maka seluruh kebun yang luas itu terairi seluruhnya. Pada suatu pagi ia hendak membuka pintu air kebunnya, ia melihat ada beberapa ekor burung kecil yang menunggu di ujung kebun, tiap pagi sering ia melihatnya, begitu pintu dibuka lalu air mengalir sampai ujung kebun maka burung itu segera turun dan meminumnya malah sebagian ada yang mandi dengannya. Terbetiklah di hatinya bahwa itu adalah sedekah baginya yang tak terduga. hal yang kecil artinya bagi dirinya tetapi besar sekali artinya bagi burung itu. Karena sering sekali hal itu terjadi maka tertariklah seorang pemburu burung untuk berburu pada tempat itu lalu terdengar dor dor dor. sampai suatu hari pemilik kebun itu tak melihat lagi burung-burung ada disana. maka sedihlah ia karena menganggap hilang sudah tambahan pahala baginya.

Memang suatu kebaikan tidaklah selalu berakhir dengan baik, bisa hilang begitu saja karena kita tidaklah sendirian di dunia ini. banyak sekali yang lain yang mempunyai maksud yang tidak sama. Apakah kebaikan seseorang pada orang lain akan selalu berakibat baik bagi orang tersebut? juga bagi yang lainnya lagi ? jawabannya tidak selalu sama. Kejadian pembagian Zakat dan Daging kurban yang pasti adalah kebaikan bisa juga menjadi petaka bagi yang lain, meski kejadiannya tidak selalu seperti itu.

Memang benar, jika melakukan kebaikan maka Allah SWT akan mengganjarinya sesuai dengan niatnya bukan sesuai dengan hasilnya (karena hasilnya tidak selalu sama dengan yang diniatkannya), jika ada orang yang berbaik hati padamu bukanlah berarti kamu pantas menerima kebaikan itu atau engkau orang yang baik, tetapi sebenarnya adalah karena kebaikan hati orang itu sendiri.

Sering kita merasa nelangsa atas kebaikan kita yang direspon jelak atau justru berakibat fatal bagi orang lain. Mungkin kita perlu berbenah untuk berbuat baik dengan perhitungan dan cara-cara yang terbaik sehingga tidak berakibat jelek.
Ya Allah Ya Rahman Ya Rahim hanya pada Engkaulah kami mengharap keridlaan, Ampunan dan Rahmat. Ya Allah mantapkanlah hati hambaMu ini untuk selalu berbuat baik.


Prolog

Perjalanan hidup manusia bukan hanya di dunia, akan tetapi sangatlah jauh dan sampai ke negeri Akhirat. Agar mudah dicerna dan dihayati, perjalanan yang panjang dan abadi itu kami beri nama dengan Rihlatul Khulud atau Wisata Abadi Manusia. Kami akan ajak pembaca berwisata untuk melihat dan menyaksikan bagaimana proses perjalanan Wisata Abadi Manusia itu dimulai, fase-fase apa saja yang harus dilewati dan kemana akan berakhir.

Dalam Wisata Abadi Manusia, pembaca juga akan melihat secara keseluruhuan bahwa manusia itu tunduk kepada Keputusan, Ketetapan dan Kehendak Tuhan Pencipta. Namun, dalam memilih jalan hidup ketika melewati kehidupan di dunia (Fase Setelah Lahir), khususnya setelah memasuki remaja, Allah, sebagai Tuhan Pencipta, memberikan kepada manusia kebebasan memilih. Jika yang dipilih adalah jalan kebaikan dan kebenaran, maka Allah akan menjamin kesuksesan di dunia dan Akhirat dengan peringkat The Great Success (Kesuksesan Tanpa Batas). Namun, jika yang dipilih itu jalan kesesatan dan keburukan maka Allah juga akan membalasnya dengan kegagalan di dunia dan Akhirat dengan peringkat The Great Torment (siksaan yang amat besar, pedih dan menghinakan). Untuk mencapai The Great Success tersebut diperlukan 10 Noble Characters (10 Karakater (Sifat) Mulia) seperti yang akan dijelaskan pada Bagian II dari buku ini dengan tema Metode SEI Empowerment.

Dalam melewati fase kehidupan pertama di dunia ini, kita seringkali mendengar ungkapan dari sebagian saudara kita bahwa hidup ini hanya sekali. Kehidupan ini hanya di dunia. Setelah mati manusia akan hilang dari peredarannya. Sebab itu, lakukan apa yang Anda inginkan. Tidak perlu terikat nilai dan aturan. Tidak perlu percaya pada siksa kubur, Alam Barzakh (pemisah antara dunia dan Akhirat), tidak perlu yakin pada hari pembalasan, Syurga ataupun Neraka.

Sesungguhnya yang berfikir demikian biasanya adalah orang yang tidak meyakini adanya Tuhan Pencipta dan hari Akhirat atau pembalasan. Mereka yang berkeyakinan seperti itu disebut dengan kaum atheist atau dahriyyun. Sikap yang sama juga dilakukan oleh mereka yang meyakini adanya Tuhan Pencipta dan hari pembalasan, namun mata hati mereka telah dibalut kecintaan yang buta terhadap kehidupan dunia sehingga tidak mampu memposisikan diri dalam hidup di dunia ini secara baik dan tepat di hadapan Tuhan Pencipta. Mereka lazimnya disebut dengan kaum materialis atau ghafil (dilalaikan dunia). Ada lagi yang meyakini adanya Tuhan Pencipta, tapi membatasi peran-Nya hanya sebatas ritual yang bersifat individual dan menafikan kaitan Tuhan Pencipta dengan, bisnis, politik, social, budaya dan pemerintahan. Yang berkeyakinan seperti itu biasanya disebut pula dengan kaum sekular.[1]

Dalam Wisata Abadi ini kami mengungkap beberapa fakta ilmiah, fakta sejarah, realitas kehidupan dan tentunya kebenaran berita yang disampaikan Tuhan Pencipta melalui kitab suci terakhir-Nya yang bernama Al-Qur’an Al-Karim serta Hadits Nabi terakhir, Muhammad Saw. Dengan empat bukti kebenaran tersebut kita akan sampai kepada kesimpulan dan kesepakatan bersama bahwa hidup manusia ternyata bukan hanya di dunia ini. Berawal sejak dari tiada (zero), pemilihan raw material (bahan baku), kemudian menjadi sperma dan ovum, kemudian sperma membuahi ovum, terus berubah menjadi zigot, lalu berkembang dalam rahim ibu sekitar sembilan bulan, kemudian lahirlah manusia ke dunia ini tanpa ilmu dan harta (telanjang) dengan jatah umur dan rezeki masing-masing yang sudah ditentukan Tuhan Pencipta. Kemudian mengalami kematian yang akan menghantarkannya ke Alam Barzakh (pemisah antara dunia dan Akhirat). Setelah sekian lama tinggal di Alam Barzakh, manusia akan dihidupkan kembali dan dibangkitkan, kemudian dikumpulkan di satu tempat pertemuan raksasa yang bernama Mahsyar untuk disidangkan dan dimintai pertanggung jawaban semasa hidup di dunia. Setelah itu akan ditentukan nasibnya apakah pantas mendapatkan imbalan Syurga atau Neraka. Di sanalah akhir perjalanan manusia yang benama Akhirat. Di Akhirat itu mereka akan tinggal selama-lamanya.

Dalam bagian ini, kita akan buka lembaran Rihlatul Khulud satu persatu agar terbentang di hadapan kita hakikat perjalan manusia yang sebenarnya. Lembaran-lembaran tersebut pada hakikatnya merupakan jawaban dari enam pertanyaan besar dan kritis berikut :

  1. Siapa yang menciptakan Anda?
  2. Dari apa Anda diciptakan?
  3. Apa misi dan visi penciptaan Anda?
  4. Sistem nilai apa yang Anda gunakan dalam menjalankan kehidupan dunia ini?
  5. Kemana akhir perjalanan wisata Anda?
  6. Lalu, apakah Anda memiliki pilihan dalam menentukan tempat memulai dan mengakhiri wisata Anda? Atau Anda terpaksa harus mengikuti kehendak dan ketentuan Tuhan Pencipta?

Rihlatul Khulud (Wisata Abadi Manusia) adalah fakta dan kenyataan yang harus dilewati setiap insan tanpa kecuali. Apakah dia seorang Nabi dan Rasul, atau lahir sebagai generasi pertama manusia atau di pertengahan atau di akhir zaman. Apakah dia penguasa atau rakyat jelata. Apakah dia konglomerat atau miskin nan papa. Apakah dia seorang super jenius atau di bawah rata-rata. Apakah dia bergelar profesor doktor atau bertitel buta aksara. Apakah dia lahir dari keluarga bangsawan atau dari keluarga biasa. Apakah ia lahir dari orang tua yang shaleh atau yang preman. Apakah dia seorang ulama besar atau anggota jamaah biasa. Yang pasti dalam melewati terminal-terminal (periode-periode) Wisata Abadi itu tidak ada perbedaan antara manusia karena disebabkan posisi, jabatan, keturunan, harta dan kebanggaan duniawi lainnya. Yang membedakan antara mereka adalah iman dan taqwa kepada Allah, Tuhan Pencipta.

Rihlatul Khulud adalah sebuah proses panjang menuju kebahagian abadi atau kesengsaraan yang berkekalan. Rihlatul Khulud juga jalan menuju kesuksesan hakiki, sebuah kesuksesan di atas segala bentuk kesuksesan. Timbul pertanyaan, bagaimana cara meraih kemenagan besar itu? Renungkan periode demi periode Wisata Abadi Manusia ini, khususnya fase setelah lahir ke dunia, ikuti proses SEI-Empowerment karena SEI-Empowerment adalah Road To The Great Success (Jalan Menuju Kesuksesan Tanpa Batas).

Kebenaran Rihlatul Khulud

Pembaca budiman. Jika ada orang yang sangat Anda percayai kejujuran, amanah, kecerdasan dan komunikasinya yang sangat baik menyampaikan sebuah berita tentang keberadaan sebuah gedung bernama Gedung Putih di Amerika, bagaimana sikap Anda? Anda pasti percaya pada berita itu bukan? Alasannya sangat sederhana, karena yang membawa berita itu adalah orang yang sangat Anda percayai. Kemudian, keesokannya Anda melihat gambar Gedung Putih itu di sebuah media sambil dicantumkan keterangan di bawahnya sesuai dengan cerita yang diterima dari orang yang Anda percayai tadi. Berita yang ada di media itu pasti menambah keyakinan dalam hati Anda. Kemudian, dengan tanpa diduga sebelumnya, Anda menerima undangan berwisata ke Amerika dari Presiden Amerika dan diajak melihat sendiri Gedung Putih itu. Apakah masih ada keraguan dalam hati Anda tentang kebenaran berita yang disampaikan orang yang paling Anda percayai itu? Jawabannya, pasti tidak ada lagi sedikitpun keraguan yang tersisa dalam hati Anda tentang keberadaan Gedung Putih tersebut.

Demikian juga halnya dengan Wisata Abadi Manusia (Rihlatul Khulud). Yang menyampaikan berita itu kepada kita adalah seorang manusia yang amat sangat dipercaya kejujurannya, amanahnya, kecerdasan dan komunikasinya yang sangat baik. Ialah Muhammad Bin Abdullah. Sedangkan yang membuat berita itu adalah Tuhan Pencipta Tunggal alam semesta dan juga Pencipta kita. Dia adalah Allah Ta’ala. Dengan Kebesaran dan Keagungan diri-Nya, Dia pula yang mengundang kita untuk melihat dan membaca berita itu dengan mata kepala kita sendiri yang sebelumnya kita tidak tahu apa-apa tentangnya, seperti yang dijelaskan-Nya :

وَكَذَلِكَ أَوْحَيْنَا إِلَيْكَ رُوحًا مِنْ أَمْرِنَا مَا كُنْتَ تَدْرِي مَا الْكِتَابُ وَلا الإِيمَانُ وَلَكِنْ جَعَلْنَاهُ نُورًا نَهْدِي بِهِ مَنْ نَشَاءُ مِنْ عِبَادِنَا وَإِنَّكَ لَتَهْدِي إِلَى صِرَاطٍ مُسْتَقِيمٍ (52) صِرَاطِ اللَّهِ الَّذِي لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الأَرْضِ أَلا إِلَى اللَّهِ تَصِيرُ الأُمُورُ (53)

“Dan demikianlah Kami wahyukan kepadamu ruh (Al Qur’an) dengan perintah Kami. Sebelumnya kamu tidaklah mengetahui apakah Al Kitab (Al Qur’an) dan tidak pula mengetahui apakah iman itu, tetapi Kami menjadikan Al Qur’an itu cahaya, yang Kami tunjuki dengan-nya siapa yang Kami kehendaki di antara hamba-hamba Kami. Dan sesungguhnya kamu benar-benar memberi petunjuk kepada jalan yang lurus (52) (Yaitu) jalan Allah yang kepunyaan-Nya segala apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Ingatlah, bahwa kepada Allah-lah kembali semua urusan.(53)” (Q.S. Syura / 42 : 52 – 53)

Dari mana Rihlatul Khulud itu dimulai? Berapa periode yang harus dilewati? Di manakah akhir periodenya? Allah Tuhan Pencipta kita menjelaskannya seperti yang tercantum dalam firman-Nya :

كَيْفَ تَكْفُرُونَ بِاللَّهِ وَكُنْتُمْ أَمْوَاتًا فَأَحْيَاكُمْ ثُمَّ يُمِيتُكُمْ ثُمَّ يُحْيِيكُمْ ثُمَّ إِلَيْهِ تُرْجَعُونَ (28)

“Mengapa kamu kafir kepada Allah, padahal kamu tadinya mati (tidak ada), lalu Allah menghidupkan kamu, kemudian Dia mematikan kamu, dan kemudian Dia menghidupkan kamu kembali, kemudian kepada-Nya-lah kamu dikembalikan”. (Q.S. Al-Baqarah (2) : 28)

Melalui berita yang bersifat pasti dan akurat itu, kita mengetahui bahwa ada lima (5) periode Rihlatul Khulud yang harus kita lewati. Dimulai dengan periode ketika kita belum jadi apa-apa, diteruskan dengan periode kehidupan kita di dunia, kemudian diteruskan dengan periode meninggalkan dunia (kematian) menuju Alam Barzakh, dilanjutkan dengan periode kehidupan kembali setelah dibangkitkan pada hari Kiamat nanti dan diakhiri dengan periode kembali kepada Tuhan Pencipta.

Tabel A berikut menjelaskan jumlah periode yang harus kita lewati, di mana tempat kita setiap melewati periode tersebut dan berapa lama waktu yang kita lewatkan. Itulah hakikat ungkapan yang selalu kita ucapkan ketika mendapat atau melihat musibah, khususnya kematian : إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ “Sesunggughnya kita dari Allah dan kepada-Nya jua kita kembali” (Q.S. Al-Baqoruh / 2 : 156)

Tabel A : Periode, Tempat dan Waktu Selama Wisata Abadi

No Periode Fase Tempat Waktu
1 Kematian Pertama 3 Alam Ruh Allahu’alam
2 Kehidupan Pertama 3 Dunia 0-60an
3 Kematian Kedua 3 Alam Barzakh Allahu’alam
4 Kehidupan Kedua 6 Awal Akhirat Allahu’alam
5 Kembali kepada Allah 2 Akhirat Kekal Abadi

[1] Sekularisme perrtama kali muncul dan melembaga ialah di Eropa pada abad pertengahan (10 masehi) sebagai akibat kegagalan agama Kristen menjawab berbagai kebutuhan, persoalan dan perubahan sarana hidup dan kehidupan manusia. Kemudian, bersamaan dengan koloniaslisme Eropa terhadap Dunia Islam sekitar kurang lebih dua abad lalu, sekularisme disebarkan pula di tengah masyarakat Muslim sampai dipaksakan dalam bentuk kelembagaan negara seperti Undang-Undang Dasar Negara (UUD), hukum, perundang-undangan, pendidikan dan sebagainya. Kendati secara fisik dan militer kaum kolonialis Eropa sudah angkat kaki dari negeri-negeri Islam sejak setengah abad yang lalu, namun idelogi kolonoalial, khsuusnya sekularime masih sangat eksis dalam berbagai lembaga dan bentuk kehidupan dan masih sangat kuat cengkramannya. Namun, Alhamdulillah, sepuluh tahun terakhir ini, khususnya di Indonesia, sendi-sendi sekularisme mualu melemah dan mengalami kropos satu persatu. Isnya Allah, 30 samapi 50 tahun mendatang, masyarakat Muslim dapat merdeka dari belenggu dan penjajahan sekularisme tersebut. Amin.

HARUN YAHYA : Adnan Oktar atau lebih dikenal dengan nama Harun Yahya pemikir Islam asal Turki memaparkan pemikirannya mengenai krisis keuangan global
“Dagang tidak sama dengan riba,” kata Harun Yahya, pemikir Islam asal Turki menanggapi krisis keuangan global khususnya yang melanda Islandia.

Harun yang menggunakan ayat suci Al-Quran sebagai landasan pemikirannya melukiskan krisis global ini diakibatkan “si kaya menindas si lemah” dan meraja-lelanya sistem riba di perbankan.

Dalam makalahnya yang berjudul “Mengapa Islandia Kini Menjadi `Negeri Yang Tenggelam?” sebagaimana dimuat pada “www.harunyahnya. com” yang diterima Antara, Kamis, menurut Harun Yahya, krisis keuangan global yang mengguncang seluruh dunia, khususnya Amerika Serikat (AS) dan banyak negara-negara maju di Eropa, berdampak khususnya di Islandia, menyebabkan negeri ini di ambang kebangkrutan.

Mengapa khususnya Islandia di ambang kebangkrutan ketika krisis keuangan global melanda seluruh dunia?, tanya Harun, yang ia jawab sendiri sebabnya, krisis keuangan global karena ketergantungan mereka pada sistem riba, orang-orang menanam modal mereka di bank-bank, dengan alasan tak ada jual beli, produksi maupun arus uang di pasar.

Tetapi, katanya, apa yang menjadikan Islandia nyaris bangkrut karena tingginya angka riba di bank-bank Islandia. Para investor asal negara-negara lain, khususnya Inggris, memilih bank-bank Islandia karena tingginya riba yang ditawarkan, tetapi bank-bank itu tak dapat menepati janji mereka.

Jika ide “si kuat menindas si lemah” itu menjadi prinsip moral di masyarakat, dan jika nilai moral merosot oleh itu, dan jika meningkatkan kekayaan si kaya dan meningkatkan kekuatan si tamak untuk terus dapat menumpuk kekayaan menjadi masalah utama dalam kehidupan, maka, ekonomi semacam itu menjadi “kapitalisme yang bengis”.

Kapitalisme, kata Harun, merupakan sistem dimana tak ada bantuan yang diberikan kepada fakir miskin, dan mereka ditindas, dan ketidakadilan sosial dipandang sebagai “masalah alamiah” daripada suatu masalah.

Islandia, menurut Harun Yahya, dalam krisis keuangan global merupakan contoh tragis akibat sistem materialis, kapitalis tersebut.

Menurut Harun Yahya, orang-orang itu salah karena tawaran yang memperdayakan dari bank-bank tersebut bahwa riba akan menjadi penyelamat mereka. Mereka yakin dengan membelanjakan uang, dengan menabungnya di bank-bank, mereka dapat memperoleh keuntungan dalam tempo singkat. Mereka membayangkan sistem riba itu akan selamat dari resesi dan kebal dari kebangkrutan. Mereka tidak pernah berfikir bahwa mereka akan menderita karena mempraktekkan sistem riba yang dilarang oleh Allah.

Krisis keuangan global harus diatasi dengan sistem yang dapat membantu si lemah (baca negara yang lemah) agar dapat mandiri bukan sebaliknya, membangkrutkan dan menamatkan riwayat hidupnya.

Sistem keuangan global yang adil ada dalam ajaran Islam, kata Harun Yahya, penulis internasional yang produktif menulis banyak buku di berbagai bidang tersebut. @my

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.