WHY?? Mengapa seseorang Yahudi diperbolehkan menyimpan janggut untuk mengamalkan kepercayaannya. .. …tetapi bila seorang Muslim berbuat demikian, dia dianggap ekstrim dan Terorist? Mengapa seseorang rahib boleh berkerudung keseluruhan tubuhnya karena memperhambakan diri kepada Tuhannya… …tetapi bila seseorang Muslimah melakukan begitu, dia ditekan ? Mengapa bila wanita barat menjadi ibu rumah tangga, dia dihormati kerana dikatakan berkorban untuk keluarganya. .. …tetapi bila wanita Islam berbuat begitu, mereka kata, ” dia mesti dibebaskan! ” Mengapa anak – anak gadis yang sekuler dibiarkan berpakaian mengikut kesukaannya karena punyai hak dan kebebasan… …tetapi bila seseorang wanita Muslim memakai hijab, dia tidak boleh menjejakkan kakinya ke sekolah? Mengapa bila seseorang kanak-kanak meminati sesuatu bidang, dia dikatakan mempunyai bakat… …tetapi bila seseorang kanak-kanak tertarik kepada Islam, dia dikatakan tak berguna? Mengapa bila seseorang Kristian atau Yahudi membunuh, agamanya tidak dikaitkan … tetapi baru saja seseorang Muslim didakwa melakukan pembunuhan, maka nama Islam turut diadili! Mengapa bila seseorang berkorban diri untuk melihat orang lain hidup, dia amat disanjungi.. . …tetapi bila seseorang warga Palestin melakukannya untuk menyelamatkan diri, keluarga, rumahtangga dan masjidnya, dia dikenali sebagai seorang pengacau? Mengapa bila seseorang non muslim mengendarai mobil mewah dengan sedikit ugal-ugalan, terkadang tidak pernah dipertikaikan. . …tetapi bila seseorang Muslim melakukan kesalahan, maka orang berkata itu karena agamanya Islam! Mengapa kita terlalu percaya kepada surat kabar… …tetapi selalu persoalkan apa yang terkandung di dalam Al-Quranul Karim? Sampaikan jika hal ini baik untuk keluarga & sahabat anda!
Desember 17, 2008
Melalui iklan, produk ini dicitrakan mampu mengganti cairan tubuh yang hilang dalam waktu singkat. Di balik kesan kesegarannya, minuman isotonik dapat berbahaya apabila dikonsumsi sembarangan. Sebuah iklan minuman isotonik di televisi mengatakan, ion di dalam isotonik mampu menjaga kelembapan kulit dan tubuh lebih baik daripada air biasa. Iklan lain menyebutkan, kehilangan dua persen cairan tubuh akan menurunkan stamina dan konsentrasi. Dosen pada Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan Institut Pertanian Bogor , Fransiska Rungkat Zakaria, mengatakan, iklan produk isotonik sebagian menyesatkan masyarakat. Di iklan, seolah-olah isotonik bisa diminum siapa saja dan dalam kondisi apa saja. Padahal, Fransiska mengingatkan, isotonik tidak bisa dikonsumsi sembarangan karena minuman ini mengandung garam natrium (NaCl). " Coba perhatikan labelnya, pasti ada kandungan Na dan Cl nya," tutur Fransiska. Ia menambahkan, minuman isotonik itu tidak lain adalah larutan garam. Oleh produsennya, larutan itu kemudian diberi tambahan zat lain, seperti vitamin. Ion yang disebut-sebut sangat bermanfaat bagi tubuh sebenarnya juga tidak hanya terkandung pada isotonik. Setiap garam yang dilarutkan dalam air, kata Fransiska, pasti akan berubah menjadi ion Na dan ion Cl. " Jadi, ion yang terkandung dalam sayur lodeh dengan ion dalam isotonik itu sama saja," tutur Fransiska. Karena berisi garam, isotonik tidak boleh diminum sembarangan. Apabila berlebihan, kadar garam dalam tubuh akan menyebabkan tekanan darah tinggi atau hipertensi. " Bila sudah kena hipertensi, tinggal menunggu saja bagian tubuh mana yang jebol duluan," kata Fransiska. Dari makanan Apabila tubuh kita berkeringat, natrium dan klorida yang terkandung dalam cairan tubuh ikut keluar melalui pori-pori kulit. Jika kedua zat itu tidak digantikan, sel-sel tubuh kita lama-lama akan rusak dan mati. Persoalannya, dari manakah zat natrium dan klorida itu diperoleh ? Apakah harus dari minuman isotonik ? Jawabannya, tidak. Menurut Fransiska, makanan yang kita konsumsi sehari-hari sudah cukup untuk menggantikan natrium dan klorida yang keluar bersama keringat. " Setiap kali masak, kita selalu menggunakan garam. Itu sudah cukup untuk mengganti garam yang keluar dari tubuh. Bahkan berlebih," papar Fransiska. Ia mengingatkan, dalam kondisi normal, tubuh orang dewasa hanya memerlukan 2,3 gram natrium per hari, sedangkan klorida hanya 50-100 mg. Pada anak-anak, kebutuhan dua zat itu lebih sedikit dibandingkan dengan orang dewasa. Apabila kita memasak tanpa garam, kebutuhan natrium dan klorida juga sudah bisa dipenuhi dari bahan makanan.. Ia mencontohkan, 1 ons daging merah mengandung 70 mg natrium, sementara setiap 10 ons nasi mengandung 10 mg natrium. Bahan makanan lain, seperti telur, daging ayam, kacang-kacangan, buah, dan sayur, juga mengandung natrium. " Karena itu, pada kondisi normal, kita tidak perlu lagi mengganti cairan tubuh dengan isotonik," kata Fransiska. Fransiska mengingatkan, isotonik lebih cocok dikonsumsi atlet yang menggeluti olahraga berat. Pada atlet olahraga berat, kebutuhan sodium memang lebih tinggi dari orang biasa, yaitu 5-7 gram per hari. Meski begitu, sebaiknya dihitung lebih dulu apakah natrium dan klorida yang dibutuhkan atlet bersangkutan sudah cukup didapat dari makanan yang dikonsumsi. Bila masih kurang, boleh saja ditambah dengan isotonik. Di negara maju, kata Fransiska, ada lembaga yang meneliti dan menghitung berapa jumlah natrium pada makanan yang dikonsumsi atlet. Hasilnya, menu makanan yang dihidangkan tiga kali sehari itu sudah mengandung 6 gram natrium. Mengecoh Meski isotonik tidak boleh dikonsumsi sembarangan, beberapa iklan produk isotonik justru memakai model orang biasa (bukan atlet) sebagai konsumen isotonik. Minuman isotonik itu juga ditenggak pada kondisi biasa saja, seperti terjebak macet yang tidak selalu identik dengan keluarnya ion-ion tubuh secara berlebihan. Bahkan disebutkan, tanpa menyebut kondisinya, isotonik lebih baik dari air biasa. Menurut Fransiska, iklan semacam itu sangat menyesatkan masyarakat. Produsen boleh saja menarik pembeli dengan iklan yang kreatif, tetapi dalam iklan juga harus dicantumkan informasi yang jelas, bukan informasi menyesatkan. Produsen seharusnya juga mencantumkan peringatan minuman itu mengandung garam. Agar konsumen bisa mengambil keputusan terbaik, harus disebutkan pula berapa jumlah garam yang dibutuhkan manusia per harinya. " Memang produsen akan ribut. Kalau label itu diberlakukan, produk mereka tidak akan laku. Meski demikian, jangan karena kepentingan ekonomi, kesehatan masyarakat dipertaruhkan, " kata Fransiska. Jadi, meski kelihatannya menyegarkan, hati-hati bila ingin mengonsumsi isotonik.
Desember 15, 2008
Niat seorang mukmin lebih baik dari amalnya. (HR. Al-Baihaqi dan Ar-Rabii’)
Manusia dibangkitkan kembali kelak sesuai dengan niat-niat mereka. (HR.-Muslim)
Sekarang ini betapa banyak masyarakat yang berkekurangan, (atau merasa kurang) mempunyai penderitaan yang selalu silih berganti. Dalam 1 minggu ini bisa dihitung berapa jumlah gempa bumi yang melanda negeri kita, berapa lagi jumlah banjir dan longsor yang menerpa.Ada orang berkata bahwa memberi kepada yang lain adalah sebuah kebaikan kepada kita (amal jariyah) yang dapat kita panen hasilnya tidak hanya selama kita hidup tetapi sampai kita mati pun hal tersebut masih bisa kita memanennya, jika hal itu masih berguna bagi orang lain.
Ada sebuah cerita, seseorang mengerjakan kebunnya, dia mengairi kebunnya dengan sistem pengairan yang mencukupi, sehingga dia cukup membuka pintu air di depan kebun maka seluruh kebun yang luas itu terairi seluruhnya. Pada suatu pagi ia hendak membuka pintu air kebunnya, ia melihat ada beberapa ekor burung kecil yang menunggu di ujung kebun, tiap pagi sering ia melihatnya, begitu pintu dibuka lalu air mengalir sampai ujung kebun maka burung itu segera turun dan meminumnya malah sebagian ada yang mandi dengannya. Terbetiklah di hatinya bahwa itu adalah sedekah baginya yang tak terduga. hal yang kecil artinya bagi dirinya tetapi besar sekali artinya bagi burung itu. Karena sering sekali hal itu terjadi maka tertariklah seorang pemburu burung untuk berburu pada tempat itu lalu terdengar dor dor dor. sampai suatu hari pemilik kebun itu tak melihat lagi burung-burung ada disana. maka sedihlah ia karena menganggap hilang sudah tambahan pahala baginya.
Memang suatu kebaikan tidaklah selalu berakhir dengan baik, bisa hilang begitu saja karena kita tidaklah sendirian di dunia ini. banyak sekali yang lain yang mempunyai maksud yang tidak sama. Apakah kebaikan seseorang pada orang lain akan selalu berakibat baik bagi orang tersebut? juga bagi yang lainnya lagi ? jawabannya tidak selalu sama. Kejadian pembagian Zakat dan Daging kurban yang pasti adalah kebaikan bisa juga menjadi petaka bagi yang lain, meski kejadiannya tidak selalu seperti itu.
Memang benar, jika melakukan kebaikan maka Allah SWT akan mengganjarinya sesuai dengan niatnya bukan sesuai dengan hasilnya (karena hasilnya tidak selalu sama dengan yang diniatkannya), jika ada orang yang berbaik hati padamu bukanlah berarti kamu pantas menerima kebaikan itu atau engkau orang yang baik, tetapi sebenarnya adalah karena kebaikan hati orang itu sendiri.
Sering kita merasa nelangsa atas kebaikan kita yang direspon jelak atau justru berakibat fatal bagi orang lain. Mungkin kita perlu berbenah untuk berbuat baik dengan perhitungan dan cara-cara yang terbaik sehingga tidak berakibat jelek.
Ya Allah Ya Rahman Ya Rahim hanya pada Engkaulah kami mengharap keridlaan, Ampunan dan Rahmat. Ya Allah mantapkanlah hati hambaMu ini untuk selalu berbuat baik.
Desember 6, 2008
Manajemen Komunikasi: Wisata Abadi Manusia
Posted by mustafatiba under UncategorizedLeave a Comment
Prolog
Perjalanan hidup manusia bukan hanya di dunia, akan tetapi sangatlah jauh dan sampai ke negeri Akhirat. Agar mudah dicerna dan dihayati, perjalanan yang panjang dan abadi itu kami beri nama dengan Rihlatul Khulud atau Wisata Abadi Manusia. Kami akan ajak pembaca berwisata untuk melihat dan menyaksikan bagaimana proses perjalanan Wisata Abadi Manusia itu dimulai, fase-fase apa saja yang harus dilewati dan kemana akan berakhir.
Dalam Wisata Abadi Manusia, pembaca juga akan melihat secara keseluruhuan bahwa manusia itu tunduk kepada Keputusan, Ketetapan dan Kehendak Tuhan Pencipta. Namun, dalam memilih jalan hidup ketika melewati kehidupan di dunia (Fase Setelah Lahir), khususnya setelah memasuki remaja, Allah, sebagai Tuhan Pencipta, memberikan kepada manusia kebebasan memilih. Jika yang dipilih adalah jalan kebaikan dan kebenaran, maka Allah akan menjamin kesuksesan di dunia dan Akhirat dengan peringkat The Great Success (Kesuksesan Tanpa Batas). Namun, jika yang dipilih itu jalan kesesatan dan keburukan maka Allah juga akan membalasnya dengan kegagalan di dunia dan Akhirat dengan peringkat The Great Torment (siksaan yang amat besar, pedih dan menghinakan). Untuk mencapai The Great Success tersebut diperlukan 10 Noble Characters (10 Karakater (Sifat) Mulia) seperti yang akan dijelaskan pada Bagian II dari buku ini dengan tema Metode SEI Empowerment.
Dalam melewati fase kehidupan pertama di dunia ini, kita seringkali mendengar ungkapan dari sebagian saudara kita bahwa hidup ini hanya sekali. Kehidupan ini hanya di dunia. Setelah mati manusia akan hilang dari peredarannya. Sebab itu, lakukan apa yang Anda inginkan. Tidak perlu terikat nilai dan aturan. Tidak perlu percaya pada siksa kubur, Alam Barzakh (pemisah antara dunia dan Akhirat), tidak perlu yakin pada hari pembalasan, Syurga ataupun Neraka.
Sesungguhnya yang berfikir demikian biasanya adalah orang yang tidak meyakini adanya Tuhan Pencipta dan hari Akhirat atau pembalasan. Mereka yang berkeyakinan seperti itu disebut dengan kaum atheist atau dahriyyun. Sikap yang sama juga dilakukan oleh mereka yang meyakini adanya Tuhan Pencipta dan hari pembalasan, namun mata hati mereka telah dibalut kecintaan yang buta terhadap kehidupan dunia sehingga tidak mampu memposisikan diri dalam hidup di dunia ini secara baik dan tepat di hadapan Tuhan Pencipta. Mereka lazimnya disebut dengan kaum materialis atau ghafil (dilalaikan dunia). Ada lagi yang meyakini adanya Tuhan Pencipta, tapi membatasi peran-Nya hanya sebatas ritual yang bersifat individual dan menafikan kaitan Tuhan Pencipta dengan, bisnis, politik, social, budaya dan pemerintahan. Yang berkeyakinan seperti itu biasanya disebut pula dengan kaum sekular.[1]
Dalam Wisata Abadi ini kami mengungkap beberapa fakta ilmiah, fakta sejarah, realitas kehidupan dan tentunya kebenaran berita yang disampaikan Tuhan Pencipta melalui kitab suci terakhir-Nya yang bernama Al-Qur’an Al-Karim serta Hadits Nabi terakhir, Muhammad Saw. Dengan empat bukti kebenaran tersebut kita akan sampai kepada kesimpulan dan kesepakatan bersama bahwa hidup manusia ternyata bukan hanya di dunia ini. Berawal sejak dari tiada (zero), pemilihan raw material (bahan baku), kemudian menjadi sperma dan ovum, kemudian sperma membuahi ovum, terus berubah menjadi zigot, lalu berkembang dalam rahim ibu sekitar sembilan bulan, kemudian lahirlah manusia ke dunia ini tanpa ilmu dan harta (telanjang) dengan jatah umur dan rezeki masing-masing yang sudah ditentukan Tuhan Pencipta. Kemudian mengalami kematian yang akan menghantarkannya ke Alam Barzakh (pemisah antara dunia dan Akhirat). Setelah sekian lama tinggal di Alam Barzakh, manusia akan dihidupkan kembali dan dibangkitkan, kemudian dikumpulkan di satu tempat pertemuan raksasa yang bernama Mahsyar untuk disidangkan dan dimintai pertanggung jawaban semasa hidup di dunia. Setelah itu akan ditentukan nasibnya apakah pantas mendapatkan imbalan Syurga atau Neraka. Di sanalah akhir perjalanan manusia yang benama Akhirat. Di Akhirat itu mereka akan tinggal selama-lamanya.
Dalam bagian ini, kita akan buka lembaran Rihlatul Khulud satu persatu agar terbentang di hadapan kita hakikat perjalan manusia yang sebenarnya. Lembaran-lembaran tersebut pada hakikatnya merupakan jawaban dari enam pertanyaan besar dan kritis berikut :
- Siapa yang menciptakan Anda?
- Dari apa Anda diciptakan?
- Apa misi dan visi penciptaan Anda?
- Sistem nilai apa yang Anda gunakan dalam menjalankan kehidupan dunia ini?
- Kemana akhir perjalanan wisata Anda?
- Lalu, apakah Anda memiliki pilihan dalam menentukan tempat memulai dan mengakhiri wisata Anda? Atau Anda terpaksa harus mengikuti kehendak dan ketentuan Tuhan Pencipta?
Rihlatul Khulud (Wisata Abadi Manusia) adalah fakta dan kenyataan yang harus dilewati setiap insan tanpa kecuali. Apakah dia seorang Nabi dan Rasul, atau lahir sebagai generasi pertama manusia atau di pertengahan atau di akhir zaman. Apakah dia penguasa atau rakyat jelata. Apakah dia konglomerat atau miskin nan papa. Apakah dia seorang super jenius atau di bawah rata-rata. Apakah dia bergelar profesor doktor atau bertitel buta aksara. Apakah dia lahir dari keluarga bangsawan atau dari keluarga biasa. Apakah ia lahir dari orang tua yang shaleh atau yang preman. Apakah dia seorang ulama besar atau anggota jamaah biasa. Yang pasti dalam melewati terminal-terminal (periode-periode) Wisata Abadi itu tidak ada perbedaan antara manusia karena disebabkan posisi, jabatan, keturunan, harta dan kebanggaan duniawi lainnya. Yang membedakan antara mereka adalah iman dan taqwa kepada Allah, Tuhan Pencipta.
Rihlatul Khulud adalah sebuah proses panjang menuju kebahagian abadi atau kesengsaraan yang berkekalan. Rihlatul Khulud juga jalan menuju kesuksesan hakiki, sebuah kesuksesan di atas segala bentuk kesuksesan. Timbul pertanyaan, bagaimana cara meraih kemenagan besar itu? Renungkan periode demi periode Wisata Abadi Manusia ini, khususnya fase setelah lahir ke dunia, ikuti proses SEI-Empowerment karena SEI-Empowerment adalah Road To The Great Success (Jalan Menuju Kesuksesan Tanpa Batas).
Kebenaran Rihlatul Khulud
Pembaca budiman. Jika ada orang yang sangat Anda percayai kejujuran, amanah, kecerdasan dan komunikasinya yang sangat baik menyampaikan sebuah berita tentang keberadaan sebuah gedung bernama Gedung Putih di Amerika, bagaimana sikap Anda? Anda pasti percaya pada berita itu bukan? Alasannya sangat sederhana, karena yang membawa berita itu adalah orang yang sangat Anda percayai. Kemudian, keesokannya Anda melihat gambar Gedung Putih itu di sebuah media sambil dicantumkan keterangan di bawahnya sesuai dengan cerita yang diterima dari orang yang Anda percayai tadi. Berita yang ada di media itu pasti menambah keyakinan dalam hati Anda. Kemudian, dengan tanpa diduga sebelumnya, Anda menerima undangan berwisata ke Amerika dari Presiden Amerika dan diajak melihat sendiri Gedung Putih itu. Apakah masih ada keraguan dalam hati Anda tentang kebenaran berita yang disampaikan orang yang paling Anda percayai itu? Jawabannya, pasti tidak ada lagi sedikitpun keraguan yang tersisa dalam hati Anda tentang keberadaan Gedung Putih tersebut.
Demikian juga halnya dengan Wisata Abadi Manusia (Rihlatul Khulud). Yang menyampaikan berita itu kepada kita adalah seorang manusia yang amat sangat dipercaya kejujurannya, amanahnya, kecerdasan dan komunikasinya yang sangat baik. Ialah Muhammad Bin Abdullah. Sedangkan yang membuat berita itu adalah Tuhan Pencipta Tunggal alam semesta dan juga Pencipta kita. Dia adalah Allah Ta’ala. Dengan Kebesaran dan Keagungan diri-Nya, Dia pula yang mengundang kita untuk melihat dan membaca berita itu dengan mata kepala kita sendiri yang sebelumnya kita tidak tahu apa-apa tentangnya, seperti yang dijelaskan-Nya :
وَكَذَلِكَ أَوْحَيْنَا إِلَيْكَ رُوحًا مِنْ أَمْرِنَا مَا كُنْتَ تَدْرِي مَا الْكِتَابُ وَلا الإِيمَانُ وَلَكِنْ جَعَلْنَاهُ نُورًا نَهْدِي بِهِ مَنْ نَشَاءُ مِنْ عِبَادِنَا وَإِنَّكَ لَتَهْدِي إِلَى صِرَاطٍ مُسْتَقِيمٍ (52) صِرَاطِ اللَّهِ الَّذِي لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الأَرْضِ أَلا إِلَى اللَّهِ تَصِيرُ الأُمُورُ (53)
“Dan demikianlah Kami wahyukan kepadamu ruh (Al Qur’an) dengan perintah Kami. Sebelumnya kamu tidaklah mengetahui apakah Al Kitab (Al Qur’an) dan tidak pula mengetahui apakah iman itu, tetapi Kami menjadikan Al Qur’an itu cahaya, yang Kami tunjuki dengan-nya siapa yang Kami kehendaki di antara hamba-hamba Kami. Dan sesungguhnya kamu benar-benar memberi petunjuk kepada jalan yang lurus (52) (Yaitu) jalan Allah yang kepunyaan-Nya segala apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Ingatlah, bahwa kepada Allah-lah kembali semua urusan.(53)” (Q.S. Syura / 42 : 52 – 53)
Dari mana Rihlatul Khulud itu dimulai? Berapa periode yang harus dilewati? Di manakah akhir periodenya? Allah Tuhan Pencipta kita menjelaskannya seperti yang tercantum dalam firman-Nya :
كَيْفَ تَكْفُرُونَ بِاللَّهِ وَكُنْتُمْ أَمْوَاتًا فَأَحْيَاكُمْ ثُمَّ يُمِيتُكُمْ ثُمَّ يُحْيِيكُمْ ثُمَّ إِلَيْهِ تُرْجَعُونَ (28)
“Mengapa kamu kafir kepada Allah, padahal kamu tadinya mati (tidak ada), lalu Allah menghidupkan kamu, kemudian Dia mematikan kamu, dan kemudian Dia menghidupkan kamu kembali, kemudian kepada-Nya-lah kamu dikembalikan”. (Q.S. Al-Baqarah (2) : 28)
Melalui berita yang bersifat pasti dan akurat itu, kita mengetahui bahwa ada lima (5) periode Rihlatul Khulud yang harus kita lewati. Dimulai dengan periode ketika kita belum jadi apa-apa, diteruskan dengan periode kehidupan kita di dunia, kemudian diteruskan dengan periode meninggalkan dunia (kematian) menuju Alam Barzakh, dilanjutkan dengan periode kehidupan kembali setelah dibangkitkan pada hari Kiamat nanti dan diakhiri dengan periode kembali kepada Tuhan Pencipta.
Tabel A berikut menjelaskan jumlah periode yang harus kita lewati, di mana tempat kita setiap melewati periode tersebut dan berapa lama waktu yang kita lewatkan. Itulah hakikat ungkapan yang selalu kita ucapkan ketika mendapat atau melihat musibah, khususnya kematian : إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ “Sesunggughnya kita dari Allah dan kepada-Nya jua kita kembali” (Q.S. Al-Baqoruh / 2 : 156)
Tabel A : Periode, Tempat dan Waktu Selama Wisata Abadi
| No | Periode | Fase | Tempat | Waktu |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Kematian Pertama | 3 | Alam Ruh | Allahu’alam |
| 2 | Kehidupan Pertama | 3 | Dunia | 0-60an |
| 3 | Kematian Kedua | 3 | Alam Barzakh | Allahu’alam |
| 4 | Kehidupan Kedua | 6 | Awal Akhirat | Allahu’alam |
| 5 | Kembali kepada Allah | 2 | Akhirat | Kekal Abadi |
[1] Sekularisme perrtama kali muncul dan melembaga ialah di Eropa pada abad pertengahan (10 masehi) sebagai akibat kegagalan agama Kristen menjawab berbagai kebutuhan, persoalan dan perubahan sarana hidup dan kehidupan manusia. Kemudian, bersamaan dengan koloniaslisme Eropa terhadap Dunia Islam sekitar kurang lebih dua abad lalu, sekularisme disebarkan pula di tengah masyarakat Muslim sampai dipaksakan dalam bentuk kelembagaan negara seperti Undang-Undang Dasar Negara (UUD), hukum, perundang-undangan, pendidikan dan sebagainya. Kendati secara fisik dan militer kaum kolonialis Eropa sudah angkat kaki dari negeri-negeri Islam sejak setengah abad yang lalu, namun idelogi kolonoalial, khsuusnya sekularime masih sangat eksis dalam berbagai lembaga dan bentuk kehidupan dan masih sangat kuat cengkramannya. Namun, Alhamdulillah, sepuluh tahun terakhir ini, khususnya di Indonesia, sendi-sendi sekularisme mualu melemah dan mengalami kropos satu persatu. Isnya Allah, 30 samapi 50 tahun mendatang, masyarakat Muslim dapat merdeka dari belenggu dan penjajahan sekularisme tersebut. Amin.
November 26, 2008
Harun yang menggunakan ayat suci Al-Quran sebagai landasan pemikirannya melukiskan krisis global ini diakibatkan “si kaya menindas si lemah” dan meraja-lelanya sistem riba di perbankan.
Dalam makalahnya yang berjudul “Mengapa Islandia Kini Menjadi `Negeri Yang Tenggelam?” sebagaimana dimuat pada “www.harunyahnya. com” yang diterima Antara, Kamis, menurut Harun Yahya, krisis keuangan global yang mengguncang seluruh dunia, khususnya Amerika Serikat (AS) dan banyak negara-negara maju di Eropa, berdampak khususnya di Islandia, menyebabkan negeri ini di ambang kebangkrutan.
Mengapa khususnya Islandia di ambang kebangkrutan ketika krisis keuangan global melanda seluruh dunia?, tanya Harun, yang ia jawab sendiri sebabnya, krisis keuangan global karena ketergantungan mereka pada sistem riba, orang-orang menanam modal mereka di bank-bank, dengan alasan tak ada jual beli, produksi maupun arus uang di pasar.
Tetapi, katanya, apa yang menjadikan Islandia nyaris bangkrut karena tingginya angka riba di bank-bank Islandia. Para investor asal negara-negara lain, khususnya Inggris, memilih bank-bank Islandia karena tingginya riba yang ditawarkan, tetapi bank-bank itu tak dapat menepati janji mereka.
Jika ide “si kuat menindas si lemah” itu menjadi prinsip moral di masyarakat, dan jika nilai moral merosot oleh itu, dan jika meningkatkan kekayaan si kaya dan meningkatkan kekuatan si tamak untuk terus dapat menumpuk kekayaan menjadi masalah utama dalam kehidupan, maka, ekonomi semacam itu menjadi “kapitalisme yang bengis”.
Kapitalisme, kata Harun, merupakan sistem dimana tak ada bantuan yang diberikan kepada fakir miskin, dan mereka ditindas, dan ketidakadilan sosial dipandang sebagai “masalah alamiah” daripada suatu masalah.
Islandia, menurut Harun Yahya, dalam krisis keuangan global merupakan contoh tragis akibat sistem materialis, kapitalis tersebut.
Menurut Harun Yahya, orang-orang itu salah karena tawaran yang memperdayakan dari bank-bank tersebut bahwa riba akan menjadi penyelamat mereka. Mereka yakin dengan membelanjakan uang, dengan menabungnya di bank-bank, mereka dapat memperoleh keuntungan dalam tempo singkat. Mereka membayangkan sistem riba itu akan selamat dari resesi dan kebal dari kebangkrutan. Mereka tidak pernah berfikir bahwa mereka akan menderita karena mempraktekkan sistem riba yang dilarang oleh Allah.
Krisis keuangan global harus diatasi dengan sistem yang dapat membantu si lemah (baca negara yang lemah) agar dapat mandiri bukan sebaliknya, membangkrutkan dan menamatkan riwayat hidupnya.
Sistem keuangan global yang adil ada dalam ajaran Islam, kata Harun Yahya, penulis internasional yang produktif menulis banyak buku di berbagai bidang tersebut. @my
November 26, 2008
Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!