Niat seorang mukmin lebih baik dari amalnya. (HR. Al-Baihaqi dan Ar-Rabii’)
Manusia dibangkitkan kembali kelak sesuai dengan niat-niat mereka. (HR.-Muslim)

Sekarang ini betapa banyak masyarakat yang berkekurangan, (atau merasa kurang) mempunyai penderitaan yang selalu silih berganti. Dalam 1 minggu ini bisa dihitung berapa jumlah gempa bumi yang melanda negeri kita, berapa lagi jumlah banjir dan longsor yang menerpa.Ada orang berkata bahwa memberi kepada yang lain adalah sebuah kebaikan kepada kita (amal jariyah) yang dapat kita panen hasilnya tidak hanya selama kita hidup tetapi sampai kita mati pun hal tersebut masih bisa kita memanennya, jika hal itu masih berguna bagi orang lain.

Ada sebuah cerita, seseorang mengerjakan kebunnya, dia mengairi kebunnya dengan sistem pengairan yang mencukupi, sehingga dia cukup membuka pintu air di depan kebun maka seluruh kebun yang luas itu terairi seluruhnya. Pada suatu pagi ia hendak membuka pintu air kebunnya, ia melihat ada beberapa ekor burung kecil yang menunggu di ujung kebun, tiap pagi sering ia melihatnya, begitu pintu dibuka lalu air mengalir sampai ujung kebun maka burung itu segera turun dan meminumnya malah sebagian ada yang mandi dengannya. Terbetiklah di hatinya bahwa itu adalah sedekah baginya yang tak terduga. hal yang kecil artinya bagi dirinya tetapi besar sekali artinya bagi burung itu. Karena sering sekali hal itu terjadi maka tertariklah seorang pemburu burung untuk berburu pada tempat itu lalu terdengar dor dor dor. sampai suatu hari pemilik kebun itu tak melihat lagi burung-burung ada disana. maka sedihlah ia karena menganggap hilang sudah tambahan pahala baginya.

Memang suatu kebaikan tidaklah selalu berakhir dengan baik, bisa hilang begitu saja karena kita tidaklah sendirian di dunia ini. banyak sekali yang lain yang mempunyai maksud yang tidak sama. Apakah kebaikan seseorang pada orang lain akan selalu berakibat baik bagi orang tersebut? juga bagi yang lainnya lagi ? jawabannya tidak selalu sama. Kejadian pembagian Zakat dan Daging kurban yang pasti adalah kebaikan bisa juga menjadi petaka bagi yang lain, meski kejadiannya tidak selalu seperti itu.

Memang benar, jika melakukan kebaikan maka Allah SWT akan mengganjarinya sesuai dengan niatnya bukan sesuai dengan hasilnya (karena hasilnya tidak selalu sama dengan yang diniatkannya), jika ada orang yang berbaik hati padamu bukanlah berarti kamu pantas menerima kebaikan itu atau engkau orang yang baik, tetapi sebenarnya adalah karena kebaikan hati orang itu sendiri.

Sering kita merasa nelangsa atas kebaikan kita yang direspon jelak atau justru berakibat fatal bagi orang lain. Mungkin kita perlu berbenah untuk berbuat baik dengan perhitungan dan cara-cara yang terbaik sehingga tidak berakibat jelek.
Ya Allah Ya Rahman Ya Rahim hanya pada Engkaulah kami mengharap keridlaan, Ampunan dan Rahmat. Ya Allah mantapkanlah hati hambaMu ini untuk selalu berbuat baik.